Saat ini di Indonesia ada sekitar 60 juta ton
tandan kosong kelapa sawit yang tidak dimanfaatkan. “Padahal limbah tersebut
dapat dimanfaatkan untuk energy hijau. Biofuel yang dihasilkan dari ilmbah
kelapa sawit, berupa cangkang dan tandan kosong kelapa sawit, dapat mencapai
dua kali lipat minyak sawit.” Kata kepala Badan Pengkajian dan
PenerapanTeknologi (BPPT) Marzin Aziz Iskandar, pecan lalu. Di kabupaten
Pelalawan, Riau yang kapasitas produksi CPO-nya mencapai 12 juta ton dri 7 juta
hektar kelapa sawit, berpotensi menghasilkan 24 juta ton biofuel dari tandan
kosong. Untuk memenuhi kebutuhan listrik di kaawasan terpencil dan pulau-pulau
kecil di kabupaten ini, pada 2014 akan dibangun pembangkit listrik tenaga hybrid
yang menggunakan sumber energy surya dan angin. (KOMPAS, 28 Oktober 2013)
Jumat, 01 November 2013
Alat Olahraga Membuat Anak-Anak Beraktivitas
Menyediakan beragam alat olahraga, dorongan, dan
lingkungan aman dapat memicu aktivitas siswa selama bersekolah. Penelitian dari
Australia yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine dan dikutip
Reuters, Kamis (24/10), menyatakan member siswa SD bola dan alat pemukulnya
untuk digunakan selama istirahat atau meminta siswa berdiri di antara kelas bis
mengingkatkan 40 persen aktifitas fisik selama istirahat.
Peneliti menguji pengaruh Trarnsform-US!,
inisiatif untuk meningkatkan aktifitas fisik pada anak sekolah di Australia. Ada
270 anak, rata-rata berusia delapan tahun, dibagi dalam empat kelompok dan
memakai alat untuk mengukur gerakan, memungkinkan peneliti membndingkan tingkat
aktivitas selama penelitian. Mereka diberi tugas melakukan berbagai aktivitas
berbeda, yakni melakukan olahraga selama waktu itirahat, berdiri selama waktu
istirahat, serta olahraga dn berdiri. Kelompok terakhir diminta melakukan
kegiatan biasa. Setelah 18 bulan, hasilnya dibandingkan (KOMPAS, 30 Oktober
2013)
Kamis, 31 Oktober 2013
Pengorganisasian, Actuating, dan Controlling Dalam Manajemen
Pengorganisasian
Struktur Manajemen
Arti dari pengorganisasian adalah sebuah proses
penyusunan anggota dalam bentuk struktur organisasi untuk mencapai tujuan
organisasi dengan sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya.
Organisasi yang baik adalah organisasi yang mempunyai struktur , dan jelas
setiap peringkat-peringkat juga sistematisnya. Pengertian dari struktur
organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal bagaimana organisasi diolah.
Pengorganisasian dilihat sebagai fungsi manajemen yaitu bagaimana
suatu lembaga usaha atau organisasi berupaya untuk mengatur dan mengorganisir
segala sistematis yang ada guna memperlancar system kerja yang ada demi
kemajuan perusahaan.
Actuating
Dalam Manajemen
Actuating (menggerakan) adalah tindakan untuk
menggerakan semua anggota kelompok untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara
bersama-sama. Pentingnya actuating dapat di aplikasikan dalam suatu organisasi.
Seperti yang sudah dibahas di atas proses actuating itu menggerakan semua
anggota kelompok untuk mencapai tujuan kelompok secara bersama-sama. Dalam
organisasi tujuan utama yaitu mencapai keberhasilan, dengan adanya tindakan
actuating ini semua anggota kelompok akan berperan dengan tugasnya masing-masing
demi kepentingan bersama.
Perinsip-perinsip Actuating menurut Kurniawan (2009)
antara lain :
1.
Memperlakukn pegawai dengan sebaik-baiknya
2.
Mendorong pertumbuhan dan perkembangan
manusia
3.
Menanamkan pada manusia keinginan untuk
melebihi
4.
Menghargai hasil yang baik dan sempurna
5.
Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih
kasih
6.
Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan
yang cukup
7.
Memberikan dorongan untuk mengembangkan
potensi dirinya
Controling
Controling
atau pengendalian adalah usaha sistematik menetapkan standar pelaksanaan dengan
tujuan perencanaan, merancang system informasi umpan balik, membandingkan
dengan standar, menentukan dan mengukur deviasi, mengambil tindakan koreksi
juga menjamin sumber daya yang ada dipergunakan dengan efektif.
Langkah-langkah
yang ditempuh dlam control
a.
Penetapan standar : sebagai sasaran, quota,
target pelaksanaan kegiatan yang digunakan sebagai patokan dalam mengambil
sebuah keputusan
b.
Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan :
sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara tepat
c.
Pengukuran pelaksanaan kegiatan : proses
continue, berupa pengamatan, laporan, metode, pengujian, sample
d.
Pembandingan pelaksanaan dengan standar
analisa penyimpangan
e.
Tahap pengambilan tindakan koreksi
Terdapat tiga tipe-tipe control
a.
Feed forward control : mengantisipasi
penyimpangan standar dan koreksi sebelum proyek terlanjur selesai
b.
Concurrent control : aspek-aspek prosedur
yang memiliki syarat
c.
Feedback, past-action controls : hasil suatu
kegiatan yang telah dilaksanakan
Kontrol
dalam proses Manajemen
Adalah
suatu proses yang digunakan untuk mempengaruhi para anggota organisasi agar
menerapkan strategi organisasi. Pengendalian manajemen merupakan:
n Aktivitas
Pengendalian Manajemen
n Keselarasan
Tujuan
n Salah
satu alat implementasi Strategi, selain struktur organisasi, manajemen SDM,
Budaya
n Menekankan
aspek Keuangan dan Nonkeuangan
n Membantu
Mengembangkan Strategi Baru
Jumat, 11 Oktober 2013
Manajemen
Manajemen adalah sebagai suatu proses, sebagai suatu
kolektifitas manusia, sebagai ilmu (science) dan sebagai seni (art). Manajemen sebagai
suatu proses, melihat bagaimana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang
telah ditetapkan terlebih dahulu.
Jenis-jenis manajemen diantaranya
1.
Manajemen Lini : manajemen tingkat pertama,
yaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi dimana seseorang yang
bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain.
2.
Manajemen menengah (middle manager): mencakup
lebih dari satu tingkatan di dalam organisasi. Manager mengengah mengarahkan
kegiatan manager lain, juga mengarahakan kegiatan-kegiatan yang melaksanakan
kebijakan organisasi.
3.
Manajemen Puncak (top manager) : terdiri atas
kelompok yang relative kecil, yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan
dari organisasi. Mereka menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing
hubungan organisasi dengan lingkungannya.
Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang
atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam
hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.(George R. Terry)
Perencanaan adalah fungsi
seorang manager yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan
kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan kebiaksanaan-kebijaksanaan serta
program-program yang dilakukan. Perencanaan diperlukan dan terjadi dalam
berbagai bentuk organisasi sebab perencanaan ini merupakan proses dasar
manajemen di dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan.
Manfaat perencanaan
diantaranya
1.
Memberikan pedoman yang konsisten terhadap
kegiatan-kegiatan yang dilakukan
2.
Tujuan-tujuan organisasi dapat dirumuskan dengan
jelas
3.
Membantu manajer mengantisipasi masalah-masalah
sebelum menjadi parah
4.
Membatu manajer membuat keputusan
Jenis-jenis perencanaan
1.
Rencana Global (Global Plan) yaitu penentuan
tujuan suatu organisasi secara menyeluruh, apa yang menjadi tujuan akhir suatu
organisasi yang bersifat jangka panjang
2.
Rencana Strategik (Strategic Plan) yaitu bagian
dari rencana global yang lebih terperinci. Dimana dengan menyusun kerangka
kerja yang akan dilakukan untuk mencapai rencana global, dan dalam jangka
panjang
3.
Rencana operasional (Operational Plan) yaitu
perencanaan terhadap kegiatan-kegiatan operasional dan bersifat jangka pendek
Pembangkit Biomassa di Papua Barat
JAKARTA, KOMPAS – PT. Prima Layanan Nasional
Enjiniring (PT PLN Enjiniring), anak perusahaan PT PLN(Persero), akan membangun
pembakit listrik biomassa untuk memenuhi penyediaan listrik dan energy panas
dengan nilai investasi Rp.120 miliar. Hal ini untuk mendukung rencana
pengoperasian pabrik pengolahan sagu di Distrikais, Sorong Selatan, Papua
Barat.
Demikian nota kesepahaman yang ditandatangani
direktur utama perum perhutani Bambang Sukmananto dan direktur utama PT PLN Nur
Pamudji, Jumat (6/9), di Jakarta. Nota kesepahaman itu merupakan kesepakatan
awal kerjasama dalam penyediaan listrik dan energy panas untuk kebutuhan pabrik
pengolahan sagu. Milik perumnas perhutani yang akan dibangun di Distrikasi,
Sorong Selatan, Papua Barat. Nur pamudji menjelaskan, PLN menargetkan
pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar biomassa dari limbah pengolahan
sagu berkapasitas 3 megawatt(MW). Itu rampung pada September 2014. Kebutuhan
investasi untuk pembangunan pembangkit itu diperkirakan Rp.40 miliar/megawatt
sehingga total investasinya Rp.120 miliar. “Pendanaan ini dari PLN sendiri”
ujarnya.
Renacana pembangunan industry di Papua sudah lama
dibicarakan di kementrian BUMN. PLN bertugas membangun beberapa pembangkit
listrik di Papua dan Papua Barat. Karena itu PLN akan membangun dan
mengoperasikan pembangkit listrik biomassa sehingga bahan bakarnya bisa dari
serat pohon sagu, kayu, atau batu bara dan gasifikasi batu bara. Listrik dan
energy panas yang dihasilkan pembangkit itu untuk pengolahan dan pengeringan
sagu.
Pemprov DKI Terus Dekati Warga
JAKARTA, KOMPAS – Pemerintah provinsi DKI Jakarta
terus melakukan pendekatan kepada warga yang tinggal di waduk ria rio. Gubernur
DKI Jakarta Joko Widodo optimistis relokasi warga ke rumah susun akan berjalan
dengan baik. “Pokoknya nanti tahu-tahu beres saja,” ungkap jokowi, selasa(10/9).
Mengenai tuntutan uang penggangtian, pemprov DKI
menegaskan, tidak ada lagi kenijakan untuk memberikan uang semacam itu. “kami
sudah menghapus surat keputusan gubernur tentang uang kerahiman. Orang harus
keluar dari kesalahan berpuluh-puluh tahun” kata wakil gubernur DKI Jakarta.
Lagi pula, menurut Basuki Pemprov DKI tidak begitu saja mengusir warga. Pemprov
menyediakan rusun Pinus Elok bagi semua warga yang menghuni waduk ria rio.
Rusun itu dilengkapi dengan sejumlah fasilitas dan perabotan rumah tangga.
Dia menyayangkan sikap warga yang terus meminta
berbagai hal, sementara dalam kacamata Pemprov mereka menempati lahan Negara
secara illegal dan tidak punya hak untuk tinggal disitu.
Minggu, 09 Juni 2013
Stress
Stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait
dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang
hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stress adalah beban rohani yang
melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang
terkontrol secara sehat. Stress merupakan penyakit psikis yang dapat berpengaruh pada fisik secara
langsung maupun tidak langsung.
Faktor-faktor penyebab stress
1. Kepribadian
Kepribadian
dibagi kedalam beberapa sifat :
a. Kepribadian introvert yaitu kepribadian manusia yang
tertutup, sehingga mereka cenderung memilih untuk sendirian atau bertemu dengan
sedikit orang. Orang dengan tipologi kepribadian introvert adalah orang yang
mengarahkan orang ke dunia dalam. Orang Introvert lebih berpikir
ke arah subjektif atau dirinya sendiri.
b. Kepribadian Ekstrovert biasanya diasosiasikan dengan kepribadian yang terbuka serta
cenderung menikmati kegiatan di tengah manusia. Oleh karena itu, manusia dengan
kepribadian ekstrovert, cenderung kurang menikmati aktivitas yang dilakukan
sendirian.Orang dengan Kepribadian Ekstrovert adalah orang yang berpikir mengenai
hal-hal secara objektif dan luas.
c. Kepribadian fleksibel adalah kepribadian seseorang yang bisa
menempatkan diri, memposisikan perilaku seluai dengan tempat, waktu, dan
peranan yang tepat. Seorang yang mempunyai kepribadian fleksibel biasanya
supel, punya banyak teman, ramah, dan disenangi oleh banyak orang karena
sikapnya cenderung bisa mengikuti situasi yang ada dan terjadi pada waktu itu.
d. Kepribadian rigid adalah kepribadian seseorang yang bersifat
kaku, monoton, sulit di ubah dan cenderung keras. Orang yang mempunyai
kepribadian seperti ini biasanya egois, tidak pandai mengolah sikap sesuai
situasi, cuek, tidak mau perduli dengan lingkungan sekitarnya, dan sulit untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
e. Aggressive/ over capacity adalah tipe kepribadian yang sangat
(ingin) menyerang kepada sesuatu yang dipandang
sebagai hal yang mengecewakan, menghalangi. Perilaku ini dapat membahayakan anak atau orang lain. misalnya, menusukan pensil yang
runcing ke tangan temannya, atau mengayun-ngayunkan tasnya sehingga mengenai
orang yang berada di sekitarnya.
2. Kecakapan
Kecakapan adalah suatu perlakukan
pada sesuatu atau hal yang dapat dilakukan orang itu dengan baik. Jika
kecakapan itu dilakukan terus menerus akan menjadi suatu keahlian bagi orang
tersebut.
3. Nilai kebutuhan : Sosialisasi, Adaptasi, Internalisasi
a. Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer
kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu
generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sosialisasi
berguna untuk mengajarkan bagaimana seseorang harus bertindak dan berperilaku
dalam suatu kejadian tertentu.
b. Adaptasi adalaha cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan
sekitarnya untuk bertahan hidup. Organisme yang mampu beradaptasi terhadap
lingkungannya mampu untuk:
·
memperoleh air, udara dan nutrisi
(makanan).
·
mengatasi kondisi fisik lingkungan
seperti temperatur, cahaya dan panas.
·
mempertahankan hidup dari musuh
alaminya.
·
bereproduksi.
·
merespon perubahan yang terjadi di
sekitarnya.
Adaptasi terbagi
atas tiga jenis yaitu:
·
Adaptasi Morfologi adalah adaptasi yang
meliputi bentuk tubuh. Adaptasi Morfologi dapat dilihat dengan jelas. Sebagai
contoh: paruh dan kaki burung berbeda sesuai makanannya dan tempat untuk
mencari makanannya.
·
Adaptasi Fisiologiadalah adaptasi yang
meliputi fungsi alat-alat tubuh. Adaptasi ini bisa berupa enzim yang dihasilkan
suatu organisme. Contoh: dihasilkannya enzim selulase oleh hewan memamah biak.
Adaptasi Tingkah Laku adalah adaptasi
berupa perubahan tingkah laku. Misalnya: ikan paus yang sesekali keluar ke
permukaan untuk membuang udara, bunglon merubah warna kulitnya menyerupai
tempat yang dihinggapi.
c. Internalisasi
adalah penghayatan terhadap suatu
ajaran, doktrin atau nilai sehingga merupakan keyakinan dan kesadaran akan
kebenaran doktrin atau nilai yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku (Kamus
Besar Bahasa Indonesia, 2002: 439). Kebanyakan orang yang mempunyai sikap
internalisasi bersifat egois, dan tidak perduli dengan lingkungan sekitarnya. Sikap internalisasi yang dipaksakan untuk
di ubah dapat menyebabkan stress.
4. Reaksi
Tlight & Tight
Reaksi
ketika seseorang dihadapkan pada sebuah ancaman,
baik yang sifatnya fisik maupun psikologis, tubuh akan mencoba bertahan dengan memberikan
sebuah reaksi yang cepat dan otomatis. Reaksi ini melibatkan banyak perubahan
biologis yang menyiapkan individu untuk
bertindak darurat. Ketika seseorang merasakan bahaya, sebuah bagian kecil dari
otak anda, yaitu bagian hypothalamus,
akan melepaskan sebuah peringatan kimiawi ke dalam tubuh. Sistem saraf
menanggapi peringatan tersebut dengan membanjiri tubuh dengan hormon-hormon
yang berhubungan dengan stres, seperti adrenalin, epinephrine, dan cortisol.
Reaksi ini dapat menimbulkan stress karena ancaman dari luar.
Panic yang berlebihan, juga di tambah dengan reaksi ini dapat membuat tubuh
tidak berfungsi dengan baik. Tetapi reaksi ini bekerja dengan otomotis di tubuh
kita. Jika pikiran kita sudah tenang dan tidak merasa terancam maka reaksi ini
akan hilang dengan sendirinya.
5. Teknik Penenangan Pikiran :
Meditasi
kegiatan mental terstruktur, dilakukan selama jangka waktu tertentu, untuk
menganalisis, menarik kesimpulan, dan mengambil langkah-langkah lebih
lanjut untuk menyikapi, menentukan tindakan atau penyelesaian masalah pribadi,
hidup, dan perilaku. Dari sudut pandang fisiologis, meditasi
adalah anti-stres yang paling baik.
Pelatihan Autogenik adalah teknik relaksasi yang
melibatkan kehidupan sehari-hari dan berlangsung biasanya hanya 15 menit. Setiap
sesi dapat dipraktekkan dalam posisi yang dipilih di antara satu set postur
direkomendasikan (misalnya, berbaring, duduk meditasi, duduk seperti boneka
kain). Teknik ini dapat digunakan untuk meringankan berbagai gangguan
psikosomatik yang disebabkan oleh stress.
6.sistem
otot melalui sinapsis antara serabut saraf eferen dan serat otot, juga dikenal
sebagai sel-sel otot
Jenis-jenis kontraksi otot yang terjadi ketika neuromuscular
menegang adalah :
a. Kontraksi
isometrik : otot tidak dapat memendek, ketegangan berubah atau
meningkat selama kontraksi tanpa adanya perubahan panjang otot, merespon
panjang yang konstan dari postural otot pada tubuh. Contoh: pergerakan
otot bagian punggung.
b. Kontraksi
isotonik : ketegangan konstan pada jumlah tertentu,
panjang otot berubah atau memendek. Contoh: pergerakan tangan atau jari
(dominan isotonik)
Langganan:
Postingan (Atom)