Selasa, 25 November 2014

Sistem Informasi Organisasional

Sistem informasi dan organisasi memiliki hubungan yang saling terkait satu sama lain. Sistem informasi harus selalu disesuaikan dengan organisasi. Organisasi harus mampu mengoptimalkan sistem informasi sehingga mendapatkan keuntungan dari teknologi-teknologi yang ada. Interaksi antara teknologi informasi dan organisasi sanat dipengaruhi oleh faktor mediasi, yaitu lingkungan, kultur, struktur, prosedur baku, proses bisnis, politik, keputusan manajemen, dan peluang. Manajer harus mampu memahami sistem informasi, karena sangat akan mempengaruhi kehidupan organisasi. Manajer perlu memilih sistem apa dan bagaimana yang akan dibangun didalam organisasi.

1.     Dampak Ekonomi
Ukuran perusahaan biasanya berkembang untuk mengurangi biaya transaksi. Teknologi informasi secara potensial mengurangi biaya pada ukuran tertentu, membuka kemungkinan pertumbuhan pendapatan tanpa menambah ukuran, atau bahkan pertumbuhan pendapatan yang disertai ukuran yang menyusut.
2.    Dampak Organisasi dan Perilaku
a)      Teknologi Informasi atau TI meratakan organisasi, yaitu perataan hierarki dengan memperluas distribusi informasi untuk memberikan kekuatan kepada karyawan tingkat rendah dan meningkatkan efisiensi manajemen
b)      Organisasi pascaindustri, yaitu wewenang semakin bergantung kepada pengetahuan dan kompetensi, dan tidak hanya pada posisi formal.
c)      Memahami penolakan organisasi terhadap perubahan. Terdapat beberapa cara untuk memvisualisasikan penolakan organisasi yang saling berhubungan untuk membawa perubahan dengan mengubah teknologi, tugas, struktur, dan orang-orang secara bersamaan.
3.    Internet dan Organisasi
Internet meningkatkan aksesibiltas, penyimpanan, dan distribusi informasi dan pengetahuan untuk organisasi, dan untuk mengurangi biaya transaksi dan keagenan yang dihadapi kebanyakan organisasi.



Peran Sistem Informasi Organisasi Manajemen Dalam Pemecahan Masalah

1.     Peranan Interpersonal
  Figur Pimpinan: Manajer melakukan tugas-tugas seremonial, seperti memberikan tur ke fasilitas bagi tamu yang berkunjung.
  Pimpinan: Manajer memelihara unitnya dengan memperkerjakan dan melatih staf serta memberikan motivasi dan semangat.
  Hubungan: Manajer melakukan kontak dengan orang-orang diluar unit manajer itu sendiri (sesama manajer dan pihak lain di dalam lingkugan unit) dengn tujuan menjalankan urusan-urusan bisnis.Ø

2. Peranan Informasional
  Monitor: Manajer terus mencari informasi yang berisa kinerja unitnya.Ø
  Desimenator: Manajer meneruskan informasi yang berharga ke pihak-pihak lain di dalam unitnya.Ø

  Juru Bicara: Manajer meneruskan informasi yang berharga ke pihak-pihak diluar unit(atasan dan orang-orang di dalam lingkungan)

Senin, 24 November 2014

Database...

*      Pengertian Database
Database adalah suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dalam suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali.Jadi database merupakan bagian penting untuk menyimpan data-data atau informasi-informasi yang di perlukan oleh suatu organisasi.

*      Era Permulaan Database
Hambatan dapat dihilangkan dengan cara menyusun data secara fisik dalam penyimpanan sekunder. Spesialis informasi mencari cara untuk mengatasi masalah organisasi fisik ini, dan uashanya membuahkan hasil yang dikenal dengan organisasi logic. Organisasi logic memadukan data dari berbagai lokasi fisik yang berlainan. Ia adalah cara pemakai melihat data. Organisasi fisik sebaliknya, cara computer melihat data sebagai file yang terpisah. Beberapa teknik telah dikembangkan untuk mencapai perpaduan data logic dalam file tunggal, dan juga perpaduan logic antara beberapa file.

*      Konsep Database
Merupakan integrasi logis dari catatan-catatan dalam banyak file. Database adalah suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dalam suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali.

*      Struktur Database
1.    Struktur data berjenjang (hierarchical data structure)
                Hubungan antara data membentuk suatu jenjang seperti pohon. Suatu pohon dibentuk dari beberapa elemen grup data yang berjenjang, disebut dengan node. Node yang paling atas atau level 1 disebut dengan root . tiap node dapat bercabang ke node lain. Satu node hanya mempunyai satu orang tua.
2.    Struktur data jaringan (network data structure)
                Hubungan data sama dengan struktur hirarki, tetapi untuk setiap node bisa mempunyai lebih dari satu orang tua.

3.    Struktur data hubungan (relational data structure)
 Data disusun dalam bentuk tabel dua dimensi yang terdiri dari kolom (field) dan baris (record). Hubungan antara record didasarkan pada nilai dari field kunci bukan berdasarkan alamat atau pointer di dalam record seperti pada strutur pohon dan jaringan.

*      Keunggulan Database
1.      Mengurangi pengulangan data.
2.      Mencapai independensi data.
Spesifikasi data disimpan dalam tiap program aplikasi. Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa mempengaruhi program yang mengakses data.
3.       Mengintegrasikan data dari beberapa file.
Saat file dibentuk sehingga menyediakan kaitan logis, organisasi fisik tidak lagi menjadi kendala.
4.      Mengambil data dan informasi secara cepat.
Hubungan logis query language memungkinkan pemakai mengambil data dalam hitungan detik atau menit.
5.       Meningkatkan keamanan.
Baik DBMS mainframe maupun komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis keamanan seperti kata sandi, direktori pemakai, dan bahasa sandi.
*      Kelemahan Database
1.       Perangkat lunaknya mahal
2.      Konfigurasi perangkat keras yang besar

*      Peran Database Dalam Psikologi
Database akan membantu mempermudah pekerjaan dalam menyimpan file, memperoleh data secara cepat, membuat data dengan aman. Jadi sesesorang yang memakai database akan merasakan keringanan dalam pekerjaan tanpa harus stress dan tanpa perlu memikirkan sesuatu yang berat.

*      Contoh Pengolahan Data

Seorang guru ingin menentukan urutan nilai murid kelas 5A dengan mengurutkan dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi. Dia memasukan data nilai ke ms.exel kemudian dia memprosesnya dan keluar hasil urutan nilai dari yang paling rendah ke yang paling tinggi.

Selasa, 18 November 2014

Lingkup Data

Lingkungan basis data Lingkungan basis data merupakan sebuah habitat di mana terdapat basis data untuk bisnis. Dalam lingkungan basis data, pengguna memiliki alat untuk mengakses data. Pengguna melakukan semua tipe pekerjaan dan keperluan mereka bervariasi seperti menggali data (data mining), memodifikasi data, atau berusaha membuat data baru. Pengguna tertentu tidak diperbolehkan mengakses data, baik secara fisik maupun logis. Tujuan utama dari sistem basis data yaitu menyediakan pemakai melalui suatu pandangan abstrak mengenai data, dengan menyembunyikan detail dari bagaimana data disimpan dan dimanipulasikan. Titik awal untuk perancangan sebuah basis data haruslah abstrak dan deskripsi umum dari kebutuhan-kebutuhan informasi suatu organisasi harus digambarkan di dalam basis data. Jika sebuah basis data merupakan suatu sumber yang dapat digunakan bersama. Setiap pemakai membutuhkan pandangan yang berbeda-beda terhadap data di dalam basis data. Untuk memenuhi kebutuhan ini, arsitektur komersial basis data yang banyak digunakan telah tersedia saat ini dan telah mengalami perluasan yaitu arsitektur ANSI-SPARC. ANSI-SPARCH (stands for American National Standards Institute, Standards Planning And Requirements Committee) yaitu standar desain abstrak untuk Sistem Manajemen Database (DBMS), yang pertama kali diusulkan pada tahun 1975. Model ANSI-SPARC ini, tidak pernah menjadi standar formal. Tiga Tingkatan Arsitektur Basis data ANSI-SPARC  Terdapat beberapa tujuan dari Tiga Tingkatan Arsitektur Basis Data ANSI-SPARC yaitu : Membedakan cara pandang pemakai terhadap basis data dan cara pembuatan basis data secara fisik. Setiap pengguna harus dapat mengakses data yang sama, tetapi memiliki pandangan yang berbeda disesuaikan data. Pengguna tidak harus berurusan dengan penyimpanan database fisik. Mereka harus diizinkan untuk bekerja dengan data itu sendiri, tanpa memperhatikan bagaimana secara fisik disimpan.  Terdapat tiga tingkatan arsitektur basis data terdiri dari :  • Tingkat Eksternal (External Level)  Merupakan cara pandang pemakai terhadap basis data agar pembuatan basis data ini relevan bagi seorang pemakai tertentu. Yang terdiri dari sejumlah cara pandang berbeda dari sebuah basis data. Masing-masing pemakai merepresentasikan dalam bentuk yang sudah dikenalnya. Cara pandang secara eksternal hanya terbatas pada entitas, atribut dan hubungan antar entitas (relationship) yang diperlukan. • Tingkat Konseptual (Conseptual Level)  Merupakan kumpulan cara pandang terhadap basis data. Menggambarkan data yang disimpan dalam basis data dan hubungan antara datanya. Hal-hal yang digambarkan dalam tingkat konseptual yaitu: • Semua entitas beserta atribut dan hubungannya • Batasan data • Informasi semantik tentang data • Keamanan dan integritas informasi Tingkat Internal (Internal Level) Merupakan perwujudan basis data dalam komputer. Yang menggambarkan bagaimana basis data disimpan secara fisik di dalam peralatan storage yang berkaitan erat dengan tempat penyimpanan / physical storage. Hal –hal yang digambarkan adalah: • alokasi ruang penyimpanan data dan indeks • deskripsi record untuk penyimpanan (dengan ukuran penyimpanan untuk data elemen) • penempatan record • pemampatan data dan teknik encryption

 penyimpanan sekunder (secondary storage) yang bersifat permanen, misalnya tape, disket, CD-ROM danharddisk. Dengan terdapatnya piranti penyimpanan sekunder, proses pengaturan, penyusunan dan analisis data yang bisa dikembangkan menjadi sangat banyak jumlahnya ketimbang jika piranti penyimpanan yang tersedia hanya piranti penyimpanan utama. Hal ini disebabkan karena berbagai macam data maupun program yang berukuran besar hanya bisa ditampung dan dikelola secara efisien dan fleksibel oleh piranti penyimpanan sekunder. Dengan kata lain, aplikasi bisnis yang "serius", pasti memanfaatkan piranti penyimpanan sekunder dengan maksimal. Media Penyimpanan Sekunder merupakan media yang digunakan untuk menyimpan data di luar Main Memory pada computer. Contoh dari penyimpanan data sekunder adalah flashdisk,disket,CD.

Pemrosesan data (Inggris: data processing) adalah jenis pemrosesan yang dapat mengubah data menjadi informasi atau pengetahuan. Pemrosesan data ini sering menggunakan komputer sehingga bisa berjalan secara otomatis. Setelah diolah, data ini biasanya mempunyai nilai yang informatif jika dinyatakan dan dikemas secara terorganisir dan rapi, maka istilah pemrosesan data sering dikatakan sebagai sistem informasi. Kedua istilah ini mempunyai arti yang hampir sama, pemrosesan data mengolah dan memanipulasi data mentah menjadi informasi (hasil pengolahan), sedangkan sistem informasi memakai data sebagai bahan masukan dan menghasilkan informasi sebagai produk keluaran.


HM, Jogiyanto, Analysis and Disain Sistem Informasi (Pendekatan    terstruktur), Penerbit Andi Offset, Yogyakarta, 1995.

Rabu, 22 Oktober 2014

Hubungan Arsitektur Komputer Dan Sistem Kognitif Manusia


Pengertian Arsitektur Komputer
Arsitektur Komputer adalah lebih cendrung dikategorikan pada kajian atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer. Sedangkan arsitektur komputer juga bisa dikatakan  dengan  konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll).

Pengertian Struktur Kognisi Manusia
Sebelum membahas apa itu struktur kognisi manusia? ada baiknya kalau kita mengartikan kata struktur dan kognisi terlebih dahulu untuk mempermudah kita dalam memahaminya. Menurut Prof. Benny H. Hoed (dalam Ekky, 2012) struktur adalah bangun (teoritis) yang terdiri atas unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain dalam satu kesatuan, sedangkan kognitif, Menurut Drever (Solihin, 2012) disebutkan bahwa ” kognisi adalah istilah umum yang mencakup segenap model pemahaman, yakni persepsi, imajinasi, penangkapan makna, penialain, dan penalaran”. Dan Menurut Chaplin (2002) dikatakan bahwa “kognisi adalah konsep umum yang mencakup semua bentuk mengenal, termasuk di dalamnya mengamati, melihat, memperhatikan, memberikan, menyangka, membayangkan, memperkirakan, menduga dan menilai”.

3. Perbedaan antara arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia
Kelebihan dan Kekurangan Arsitektur Komputer jika dibandingkan dengan Struktur Kognitif Manusia
Robert L. Solso, Otto H. Maclin, dan M. Kimberly Maclin (2007) menyatakan bahwa walaupun komputer memiliki banyak kelebihan, namun komputer juga memiliki banyak kekurangan dibandingkan dengan kognitif manusia, yaitu:
     Kelebihan:
  1. Pada umumnya komputer dapat melakukan operasi matematika dan logika dengan sangat cepat
  2. Komputer dapat menguji model-model kognitif dengan sumber daya ruang dan waktu yang lebih hemat
  3. Dalam waktu yang sama, komputer dapat melakukan ribuan simulasi dan menghasilkan ribuan data, dan lain-lain
Kelemahan:
  1. Komputer tidak memiliki emosi seperti manusia
  2. Komputer tidak dapat melakukan generalisasi
  3. Komputer tidak mampu memahami pola-pola yang kompleks
  4. Komputer tidak mampu membuat kesimpulan
  5. Manusia lebih unggul dalam mengenali wajah, dan lain-lain

Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi, yaitu :
·         Kelebihan :
  1. Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
  2. Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar
  3. Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal
·         Kekurangan :
  1. Membutuhkan waktu yang cukup lama
  2. Terkadang sulit mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam mengoptimalkan cara berpikir mereka






Sumber :
http://novitaella.blogspot.com/2013/10/arsitektur-komputer-dan-struktur.html
Ekky. (2012). Analisis perbedaan struktur kognisi . http://ekky-psikologi08.blogspot.com/2012/03/analisa-perbedaan-struktur-kognisi.html. Diakses tanggal 20 Oktober 2014.

Selasa, 07 Oktober 2014

Sistem Informasi Psikologi

Sistem Informasi (SI)  adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
Ini terdiri dari komputer, instruksi, fakta yang tersimpan, manusia dan prosedur.
SI dapat dikategorikan dalam empat bagian:
1. Sistem Informasi Manajemen
2. Sistem Pendukung Keputusan
3. Sistem Informasi Eksekutif
4. Sistem Pemrosesan Transaksi

Sistem informasi memiliki komponen berupa subsistem yang merupakan elemen elemen yang lebih kecil yang membentuk sistem informasi tersebut misalnya bagian input, proses, output. Tanpa ketiga itu sistem informasi tidak dapat berjalan dengan baik.
1. Input : sekumpulan data yang akan kita olah menjadi sebuah informasi yang nantinya akan kita sajikan bagi masyarakat.
2. Proses : suatu kegiatan dimana kita mengolah seluruh data yang ada untuk menghasilkan suatu informasi .
3. Output : informasi-informasi yang dapat dengan mudah di peroleh, di mengerti dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Setelah mengenal mengenai system informasi, maka saya akan mengaitkan dengan ilmu psikologi. Psikologi berasal dari bahasa Yunani yaitu psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Jadi dapat disimpulkan psikologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai jiwa atau tingkah laku manusia.
Beberapa ilmu terapan psikologi
1. Psikologi perkembangan : mempelajari perkembangan manusia
2. Psikologi sosial : mempelajari mengenai perilaku sosial manusia
3. Psikologi Kognitif : mempelajari mengenai kognitif manusia seperti memori, dan proses belajar
4. Psikologi klinis : mempelajari memahami, mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal.
5. Psikologi organisasi : mempelajari bagaimana manusia berorganisasi dengan sesamanya
Berdasarkan tulisan di atas kaitan ilmu psikologi dengan system informasi yaitu, system informasi menyampaikan ilmu yang ada di dalamnya melalui teknologi. Contohnya melalui internet, computer, dan gadget. Hal tersebut tidak terlepas dari manusia yang menggerakannya. Manusia yang membuat segala system dan teknologi tersebut sehingga dapat menyampaikan informasi yang berguna bagi semua orang.






Sumber :
1.http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi
http://books.google.co.id/books?
2.id=oHi8C1W4N7wC&pg=PA9&dq=pengertian+sistem+informasi&hl=en&sa=X&ei=4BE0VOyvL4eWuATrnIJI&ved=0CBwQ6AEwAA
3.http://ic-insightcommunity.blogspot.com/2009/06/bagian-bagian-dalam-psikologi.html