Minggu, 09 Juni 2013

Stress

Stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stress adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat. Stress merupakan penyakit psikis  yang dapat berpengaruh pada fisik secara langsung maupun tidak langsung.
Faktor-faktor penyebab stress
1.      Kepribadian
Kepribadian dibagi kedalam beberapa sifat :
a.       Kepribadian introvert yaitu kepribadian manusia yang tertutup, sehingga mereka cenderung memilih untuk sendirian atau bertemu dengan sedikit orang. Orang dengan tipologi kepribadian introvert adalah orang yang mengarahkan orang ke dunia dalam. Orang Introvert lebih berpikir ke arah subjektif atau dirinya sendiri.
b.    Kepribadian Ekstrovert biasanya diasosiasikan dengan kepribadian yang terbuka serta cenderung menikmati kegiatan di tengah manusia. Oleh karena itu, manusia dengan kepribadian ekstrovert, cenderung kurang menikmati aktivitas yang dilakukan sendirian.Orang dengan Kepribadian Ekstrovert adalah orang yang berpikir mengenai hal-hal secara objektif dan luas.
c.       Kepribadian fleksibel adalah kepribadian seseorang yang bisa menempatkan diri, memposisikan perilaku seluai dengan tempat, waktu, dan peranan yang tepat. Seorang yang mempunyai kepribadian fleksibel biasanya supel, punya banyak teman, ramah, dan disenangi oleh banyak orang karena sikapnya cenderung bisa mengikuti situasi yang ada dan terjadi pada waktu itu.
d.      Kepribadian rigid adalah kepribadian seseorang yang bersifat kaku, monoton, sulit di ubah dan cenderung keras. Orang yang mempunyai kepribadian seperti ini biasanya egois, tidak pandai mengolah sikap sesuai situasi, cuek, tidak mau perduli dengan lingkungan sekitarnya, dan sulit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
e.       Aggressive/ over capacity adalah tipe kepribadian yang sangat (ingin) menyerang kepada sesuatu yang dipandang sebagai hal yang mengecewakan, menghalangi. Perilaku ini dapat membahayakan anak atau orang lain. misalnya, menusukan pensil yang runcing ke tangan temannya, atau mengayun-ngayunkan tasnya sehingga mengenai orang yang berada di sekitarnya.
2.      Kecakapan
Kecakapan adalah suatu perlakukan pada sesuatu atau hal yang dapat dilakukan orang itu dengan baik. Jika kecakapan itu dilakukan terus menerus akan menjadi suatu keahlian bagi orang tersebut.
3.      Nilai kebutuhan : Sosialisasi, Adaptasi, Internalisasi
a.       Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sosialisasi berguna untuk mengajarkan bagaimana seseorang harus bertindak dan berperilaku dalam suatu kejadian tertentu.
b.      Adaptasi adalaha cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya mampu untuk:
·                     memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan).
·                     mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas.
·                     mempertahankan hidup dari musuh alaminya.
·                     bereproduksi.
·                     merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Adaptasi terbagi atas tiga jenis yaitu:
·         Adaptasi Morfologi adalah adaptasi yang meliputi bentuk tubuh. Adaptasi Morfologi dapat dilihat dengan jelas. Sebagai contoh: paruh dan kaki burung berbeda sesuai makanannya dan tempat untuk mencari makanannya.
·         Adaptasi Fisiologiadalah adaptasi yang meliputi fungsi alat-alat tubuh. Adaptasi ini bisa berupa enzim yang dihasilkan suatu organisme. Contoh: dihasilkannya enzim selulase oleh hewan memamah biak.

Adaptasi Tingkah Laku adalah adaptasi berupa perubahan tingkah laku. Misalnya: ikan paus yang sesekali keluar ke permukaan untuk membuang udara, bunglon merubah warna kulitnya menyerupai tempat yang dihinggapi.
c.       Internalisasi adalah penghayatan terhadap suatu ajaran, doktrin atau nilai sehingga merupakan keyakinan dan kesadaran akan kebenaran doktrin atau nilai yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002: 439). Kebanyakan orang yang mempunyai sikap internalisasi bersifat egois, dan tidak perduli dengan lingkungan sekitarnya. Sikap internalisasi yang dipaksakan untuk di ubah dapat menyebabkan stress.
4.      Reaksi Tlight & Tight
Reaksi ketika seseorang dihadapkan pada sebuah ancaman, baik yang sifatnya fisik maupun psikologis, tubuh  akan mencoba bertahan dengan memberikan sebuah reaksi yang cepat dan otomatis. Reaksi ini melibatkan banyak perubahan biologis yang menyiapkan individu  untuk bertindak darurat. Ketika seseorang merasakan bahaya, sebuah bagian kecil dari otak anda, yaitu bagian hypothalamus, akan melepaskan sebuah peringatan kimiawi ke dalam tubuh. Sistem saraf menanggapi peringatan tersebut dengan membanjiri tubuh dengan hormon-hormon yang berhubungan dengan stres, seperti adrenalin, epinephrine, dan cortisol.
Reaksi ini dapat menimbulkan stress karena ancaman dari luar. Panic yang berlebihan, juga di tambah dengan reaksi ini dapat membuat tubuh tidak berfungsi dengan baik. Tetapi reaksi ini bekerja dengan otomotis di tubuh kita. Jika pikiran kita sudah tenang dan tidak merasa terancam maka reaksi ini akan hilang dengan sendirinya.
5.      Teknik Penenangan Pikiran :
       Meditasi kegiatan mental terstruktur, dilakukan selama jangka waktu tertentu, untuk menganalisis, menarik kesimpulan, dan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk menyikapi, menentukan tindakan atau penyelesaian masalah pribadi, hidup, dan perilaku. Dari sudut pandang fisiologis, meditasi adalah anti-stres yang paling baik.
      Pelatihan Autogenik adalah teknik relaksasi yang melibatkan kehidupan sehari-hari dan berlangsung biasanya hanya 15 menit. Setiap sesi dapat dipraktekkan dalam posisi yang dipilih di antara satu set postur direkomendasikan (misalnya, berbaring, duduk meditasi, duduk seperti boneka kain). Teknik ini dapat digunakan untuk meringankan berbagai gangguan psikosomatik yang disebabkan oleh stress.
    6.sistem otot melalui sinapsis antara serabut saraf eferen dan serat otot, juga dikenal sebagai sel-sel otot
         Jenis-jenis kontraksi otot yang terjadi ketika neuromuscular menegang adalah :
a.       Kontraksi isometrik : otot tidak dapat memendek, ketegangan berubah atau meningkat selama kontraksi tanpa adanya perubahan panjang otot, merespon panjang yang konstan dari postural otot pada tubuh.  Contoh: pergerakan otot bagian punggung.
b.      Kontraksi isotonik : ketegangan konstan pada jumlah tertentu, panjang otot berubah atau memendek. Contoh: pergerakan tangan atau jari (dominan isotonik)