Stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait
dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang
hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stress adalah beban rohani yang
melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang
terkontrol secara sehat. Stress merupakan penyakit psikis yang dapat berpengaruh pada fisik secara
langsung maupun tidak langsung.
Faktor-faktor penyebab stress
1. Kepribadian
Kepribadian
dibagi kedalam beberapa sifat :
a. Kepribadian introvert yaitu kepribadian manusia yang
tertutup, sehingga mereka cenderung memilih untuk sendirian atau bertemu dengan
sedikit orang. Orang dengan tipologi kepribadian introvert adalah orang yang
mengarahkan orang ke dunia dalam. Orang Introvert lebih berpikir
ke arah subjektif atau dirinya sendiri.
b. Kepribadian Ekstrovert biasanya diasosiasikan dengan kepribadian yang terbuka serta
cenderung menikmati kegiatan di tengah manusia. Oleh karena itu, manusia dengan
kepribadian ekstrovert, cenderung kurang menikmati aktivitas yang dilakukan
sendirian.Orang dengan Kepribadian Ekstrovert adalah orang yang berpikir mengenai
hal-hal secara objektif dan luas.
c. Kepribadian fleksibel adalah kepribadian seseorang yang bisa
menempatkan diri, memposisikan perilaku seluai dengan tempat, waktu, dan
peranan yang tepat. Seorang yang mempunyai kepribadian fleksibel biasanya
supel, punya banyak teman, ramah, dan disenangi oleh banyak orang karena
sikapnya cenderung bisa mengikuti situasi yang ada dan terjadi pada waktu itu.
d. Kepribadian rigid adalah kepribadian seseorang yang bersifat
kaku, monoton, sulit di ubah dan cenderung keras. Orang yang mempunyai
kepribadian seperti ini biasanya egois, tidak pandai mengolah sikap sesuai
situasi, cuek, tidak mau perduli dengan lingkungan sekitarnya, dan sulit untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
e. Aggressive/ over capacity adalah tipe kepribadian yang sangat
(ingin) menyerang kepada sesuatu yang dipandang
sebagai hal yang mengecewakan, menghalangi. Perilaku ini dapat membahayakan anak atau orang lain. misalnya, menusukan pensil yang
runcing ke tangan temannya, atau mengayun-ngayunkan tasnya sehingga mengenai
orang yang berada di sekitarnya.
2. Kecakapan
Kecakapan adalah suatu perlakukan
pada sesuatu atau hal yang dapat dilakukan orang itu dengan baik. Jika
kecakapan itu dilakukan terus menerus akan menjadi suatu keahlian bagi orang
tersebut.
3. Nilai kebutuhan : Sosialisasi, Adaptasi, Internalisasi
a. Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer
kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu
generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sosialisasi
berguna untuk mengajarkan bagaimana seseorang harus bertindak dan berperilaku
dalam suatu kejadian tertentu.
b. Adaptasi adalaha cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan
sekitarnya untuk bertahan hidup. Organisme yang mampu beradaptasi terhadap
lingkungannya mampu untuk:
·
memperoleh air, udara dan nutrisi
(makanan).
·
mengatasi kondisi fisik lingkungan
seperti temperatur, cahaya dan panas.
·
mempertahankan hidup dari musuh
alaminya.
·
bereproduksi.
·
merespon perubahan yang terjadi di
sekitarnya.
Adaptasi terbagi
atas tiga jenis yaitu:
·
Adaptasi Morfologi adalah adaptasi yang
meliputi bentuk tubuh. Adaptasi Morfologi dapat dilihat dengan jelas. Sebagai
contoh: paruh dan kaki burung berbeda sesuai makanannya dan tempat untuk
mencari makanannya.
·
Adaptasi Fisiologiadalah adaptasi yang
meliputi fungsi alat-alat tubuh. Adaptasi ini bisa berupa enzim yang dihasilkan
suatu organisme. Contoh: dihasilkannya enzim selulase oleh hewan memamah biak.
Adaptasi Tingkah Laku adalah adaptasi
berupa perubahan tingkah laku. Misalnya: ikan paus yang sesekali keluar ke
permukaan untuk membuang udara, bunglon merubah warna kulitnya menyerupai
tempat yang dihinggapi.
c. Internalisasi
adalah penghayatan terhadap suatu
ajaran, doktrin atau nilai sehingga merupakan keyakinan dan kesadaran akan
kebenaran doktrin atau nilai yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku (Kamus
Besar Bahasa Indonesia, 2002: 439). Kebanyakan orang yang mempunyai sikap
internalisasi bersifat egois, dan tidak perduli dengan lingkungan sekitarnya. Sikap internalisasi yang dipaksakan untuk
di ubah dapat menyebabkan stress.
4. Reaksi
Tlight & Tight
Reaksi
ketika seseorang dihadapkan pada sebuah ancaman,
baik yang sifatnya fisik maupun psikologis, tubuh akan mencoba bertahan dengan memberikan
sebuah reaksi yang cepat dan otomatis. Reaksi ini melibatkan banyak perubahan
biologis yang menyiapkan individu untuk
bertindak darurat. Ketika seseorang merasakan bahaya, sebuah bagian kecil dari
otak anda, yaitu bagian hypothalamus,
akan melepaskan sebuah peringatan kimiawi ke dalam tubuh. Sistem saraf
menanggapi peringatan tersebut dengan membanjiri tubuh dengan hormon-hormon
yang berhubungan dengan stres, seperti adrenalin, epinephrine, dan cortisol.
Reaksi ini dapat menimbulkan stress karena ancaman dari luar.
Panic yang berlebihan, juga di tambah dengan reaksi ini dapat membuat tubuh
tidak berfungsi dengan baik. Tetapi reaksi ini bekerja dengan otomotis di tubuh
kita. Jika pikiran kita sudah tenang dan tidak merasa terancam maka reaksi ini
akan hilang dengan sendirinya.
5. Teknik Penenangan Pikiran :
Meditasi
kegiatan mental terstruktur, dilakukan selama jangka waktu tertentu, untuk
menganalisis, menarik kesimpulan, dan mengambil langkah-langkah lebih
lanjut untuk menyikapi, menentukan tindakan atau penyelesaian masalah pribadi,
hidup, dan perilaku. Dari sudut pandang fisiologis, meditasi
adalah anti-stres yang paling baik.
Pelatihan Autogenik adalah teknik relaksasi yang
melibatkan kehidupan sehari-hari dan berlangsung biasanya hanya 15 menit. Setiap
sesi dapat dipraktekkan dalam posisi yang dipilih di antara satu set postur
direkomendasikan (misalnya, berbaring, duduk meditasi, duduk seperti boneka
kain). Teknik ini dapat digunakan untuk meringankan berbagai gangguan
psikosomatik yang disebabkan oleh stress.
6.sistem
otot melalui sinapsis antara serabut saraf eferen dan serat otot, juga dikenal
sebagai sel-sel otot
Jenis-jenis kontraksi otot yang terjadi ketika neuromuscular
menegang adalah :
a. Kontraksi
isometrik : otot tidak dapat memendek, ketegangan berubah atau
meningkat selama kontraksi tanpa adanya perubahan panjang otot, merespon
panjang yang konstan dari postural otot pada tubuh. Contoh: pergerakan
otot bagian punggung.
b. Kontraksi
isotonik : ketegangan konstan pada jumlah tertentu,
panjang otot berubah atau memendek. Contoh: pergerakan tangan atau jari
(dominan isotonik)