11.
Emosi
Kesehatan emosional ditandai dengan kenyamanan dan
penerimaan perasaan seseorang pada kondisi mental, situasi dan keadaan yang
beragam. Emosi yang sehat perlu pengendalian pikiran, perasaan, dan perilaku,
baik positif atau negatif. Salah satu cara
untuk memastikan bahwa kesehatan emosional sehat adalah dengan mengendalikan
pikiran. Ada beberapa indikator bahwa Anda memiliki kesehatan mental dan
emosional adalah termasuk kemampuan dalam diri Anda sendiri untuk membuat
keputusan berdasarkan campuran dari perasaan, pikiran, dan perilaku pada saat-saat
kritis.
22.
Intelektual
Seseorang yang sehat secara Intelektual mempunyai
tujuan hidup yang jelas. Ia menuliskan apa saja tujuan hidupnya (jangka pendek
dan jangka panjang) dan segera melakukan ACTION dalam cara menggapai
tujuannya. Orang yang sehat secara
intelektual dengan sendirinya akan sehat secara emosional, karena daya pikirnya
yang luas. Dapat dikatakan bahwa seseorang yang sehat secara
intelektual adalah seseorang yang rendah
hati, tidak sombong, mau belajar dan dapat sangat menghargai orang lain.
33.
Sosial
Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang
lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau
kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling
toleran dan menghargai.
44,
Fisik
Kesehatan fisik terwujud apabila
sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang
secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau
tidak mengalami gangguan.
55.
Spiritual
Orang yang sehat secara spiritual adalah seseorang
yang memiliki suatu kondisi ketenangan jiwa dengan id mereka secara rohani di
anggap sehat karena pikirannya jernih, tidak melakukan atau bertindak hal-hal
yang di luar batas kewajaran sehingga berpikir rasional.
Kesimpulan:
Manusia terdiri dari 5 dimensi yaitu:
fisik, emosi, intelektual, sosial dan spiritual dimana setiap dimensi harus
dipenuhi kebutuhannya. Seringkali permasalahan yang mucul pada klien ketika
mengalami suatu kondisi dengan penyakit tertentu (misalnya penyakit fisik) yang
sering mengakibatkan terjadinya masalah psikososial dan spiritual. Ketika klien
mempunyai masalah dengan, kehilangan dan stres, kekuatan spiritual dapat
membantu individu tersebut menuju penyelesaian dan terpenuhinya tujuan dengan
atau melalui pemenuhan kebutuhan spiritual. Dengan kata lain apabila satu
dimensi terganggu, maka dimensi-dimensi yang lain akan terganggu.
Teori
Kepribadian
1.
Sigmund Freud
Didasari pada keyakinan bahwa dalam
diri manuia memiliki energy psikis yang dinamis. Energy psikis inilah yang
mendorong individu untuk bertingkah laku. Menurut psikoanalisis, energy itu
berasumsi pada fungsi psikis yang berbeda yaitu id, ego, superego.
Id :
bagian yang paling primitive dalam kepribadian, dan dari sinilah nantinya ego
dan superego berkembang. Dorongan yang berada di dalam id selalu ingin
dipuaskan dan menghindari yang tidak menyenangkan.
Ego: baqgian
yang paling ekslusif dari kepribadian. Ego berfungsi secara rasional
berdasarkan perinsip kenyataan. Berusaha memenuhi kebutuhan id secara realitas,
dimana ego berfungsi untuk menyaring dorongan-dorongan yang ingin di puaskan
oleh id.
Super
ego: gambaran interaksi nilai moral masyarakat yang diajarkan orangtua dan
lingkungan seseorang. Pada dasarnya super egomerupakan hati nurani seseorang
dimana berfungsi sebagai penilai apakah sesuatu itu benar atau salah. Karena
super ego berorientasi pada kesempurnaan.
Menurut Freud fase-fase perkembangan
individu di dorong oleh energy psikis yang di sebut libido. Libido insting
kehidupan yang bersifat seksual yang ada sejak manusia lahir. Ada 6 fase yang
membagi perkembangan manusia menurut Freud:
aa. Fase oral (0-1 tahun)
Pada fase ini seorang anak mendapat
kepuasan dengan berorientasi pada mulut dan sekitarnya. Contohnya menyusu di
putting ibu dan memasukan segala benda ke dalam mulut.
bb. Fase anal (1-3 tahun)
Pada fase ini kenikmatan berpusat pada daerah anus, seperti
kepuasan pada saat buang
air besar. Inilah saat untuk orang
tua mengajarkan disiplin pada anak.
cc. Fase phalik (3-5 tahun)
Pada fase ini adalah alat kelamin
sebagai titik kepuasan. Anak mulai tertarik pada perbedaan anatomis laki-laki
dan perempuan, dan biasanya difigurkan oleh ayah dan ibu. Pada anak laki-laki
terjadi yang dinamakan Oedipus kompleks yaitu gairah sexual.
dd. Fase laten (5-12 tahun)
Fase ini adalah masa tenang dimana anak
mulai mengembangkan kemampuan motorik dan kognitifnya. Anak mulai mencoba
menekan rasa takut dan cemas. Anak mulai mencari figure ideal saat dia dewasa,
homoseksual bisa mulai terlihat pada masa ini dan bisa di cegah secara dini.
ee. Fase genital (>12 tahun)
Tahap ini menjadi tahap kematangan
pada alat reproduki. Pusat kepuasan berada di daerah kelamin. Disini libido
mulai di arahkan untuk hubungan heteroseksual . pada masa ini pula seseorang
merasakan cinta atau ketertarikan pada lawan jenis.
2.
Erikson
Melandaskan teori pada libido.
Teori ini juga sangat dipengaruhi oleh teori psikoanalisa dari Freud. Tetapi
yang berbeda adalah konflik yang terjadi di dalam perkembangan seseorang.
Konflik yang timbul ini akan menimbulkan krisis. Sedangkan apabila krisis yang
terjadi dapat diselesaikan maka akan berdampak pada perkembangan individu.
Menurut Erikson, krisis di sini bukanlah suatu yang buruk, tetapi merupakan
titik tolak perkembangan. Psikososial Erikson dibagi dalam 8 tahap yaitu :
a. Basic trust vs basic mistrust (0-1 tahun)
Kebutuhan akan rasa aman dan
ketidakberdayaan menyebabkan konflik yang dapat di alami oleh anak dalam tahap
ini adalah kepercayaan. Bila rasa aman terpenuhi, maka akan berkembang pula
kepercayaannya pada lingkungan sekitar. Ibu memegang peranan penting dalam masa
ini.
b. Autonomy vs shame & doubt (2-3 tahun)
Pada masa ini organ dan fungsi
tubuh sudah mulai masak dan terorganisasi dengan benar. Gerakan anak menjadi
lebih berfariasi. Konflik pada masa ini adalah pengakuan, pujian untuk mengembangkan
percaya diri pada anak.
c. Intimative vs guilt (3-6 tahun)
Disini anak mulai mengembangkan
pikiran untuk berinisiatif atau memiliki perasaan bebas untuk melakukan
sesuatu. Tapi bila anak mengembangakan keraguan pada tahapan sebelumnya maka,
yang akan berkembang adalah rasa bersalah.
d. Industry vs inferiority (6- 11 tahun)
Anak mulai dapat berfikir logis dan
sudah mulai memasuki jenjang pendidikan. Konflik yang dihadapi pada masa ini
adalah perasaan sebagai seseorang yang mampu atau perasaan rendah diri. Bila
anak mengembangkan kemampuannya maka akan berkembang pul gairah untuk lebih
produktif.
e. Identity vs role confusion (12- 18 tahun)
Anak lebih dihadapkan pada tuntutan
untuk lebih mengenal dirinya dimana anak sudah mulai harus memikirkan masa
depannya. Konflik dalam masa ini adalah perasaan mencari jatidirinya atau malah
kekaburan diri.
f. Intimacy vs isolation (18- 30 tahun)
Tahapan ini keintiman dan isolasi
harus seimbang untuk memunculkan nilai positif yaitu cinta. Cinta yang dimaksud
bukan hanya dengan kekasih namun cinta dengan arti luas, sesame dan keluarga
misalnya.
g. Generativity vs self-absorbtion (20- 50 tahun)
Konflik atau krisis yang dihadapi
adalah dimana muncul perasaan dan tuntutan untuk membantu orang lain di luar
keluarganya, seperti masyarakat umum, di sini pengalaman yang bisa mempengaruhi
kemampuan seseorang untuk berbuat sesuatu bagi orang lain.
h. Ego intergrity vs despair (usia lanjut)
Pada masa ini seseorang akan mulai
menengok masa lalunya. Prestasi dan segala seseuatu yang didapat di masa lalu
akan menghasilkan kepuasan dan kebanggaan pada masa ini. Tapi jika masa lalu
seseorang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan maka akan menimbulkan
kekecewaan pada masa ini.
3.
Allport
Kepribadian
adalah sesuatu yang unik dan dimiliki oleh masing-masih pribadi manusia.
Manusia itu dipengaruhi oleh kesadarannya yang meliputi 3 komponen berikut
a. Dinamika organisasi
Komponen
ini menyatakan bahwa kepribadian itu mengalami perkembangan dan perubahan.
bb. Psychopysical
Komponen
ini menyatakan bahwa kepribadian bukan hanya suatu hal yang tersirat namun
kepribadian adalah hal yang nyata dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat
terpisahkan.
cc. Determinasi
Komponen
ini menyatakan bahwa kepribadian bukan hanya suatu konsep, namun ia dapat
mengerjakan sesuatu dan mempengaruhi tingkah laku seseorang.
6 Sturuktur
Kepribadian:
1. Sifat/Trait
Di dalam kepribadian terdapat sifat dasar yakni
: (Nyata, Berkembang, Fleksibel, Empirik dan Kemandirian yang relatif). Nah
dari 5 sifat dasar ini, terdapat sifat umum dan sifat khusus yang berkembang
pada tiap-tipa sifat dasar.
2.
Traits-Habit-Atitud
Dalam struktur ini, dinyatkan bahwa kepribadian
dapat dibentuk karena sifat dasar, kebiasaan, sikap dalam menghadapi sesuatu,
dan kategori nomotetik
3. Trait dan
Konsistensi Pribadi
Stuktur ini mengarah pada praktikum
stimulus-respon. dia membagi atas 3 trait didalamnya. Yaitu:(gregorius=suka
berteman);(shyness=pemalu) dan (self esteem=kepercayaan diri).
4. Propium
adalah
struktur yang membahas tentang perkembangan baik itu dalam emosi, kecakapan
individu, kemampuan persepsi dan tujuan hidup seseorang. Perkembangannya sama
dengan perkembangan sigmund freud, ia membaginya ke dalam 5 tahapan yaitu: Oral(0-1tahun),
Anal(1-3tahun), Phalic(3-5tahun), Laten(5-12tahun) dan Genital(>12tahun).
5. Motivasi
Kekuatan dari stuktur notivasi dalam pribadi
menurut Gordon allport berbeda dengan yang lain, dimana ia mengatakan bahwa
yang paling menunjang dala motivasi ialah kemampuan kognitif dan perencanaan
hidup. Dari dua hal itu, ia mampu membentuk motivasi dalam dirinya karena ia
telah memiliki kemampuan kognitif dan perencanaan.
6. Otonomi
Fungsional
Otonomi fungsional adalah struktur yang membahas
tentang keanekaragaman pribadi. Kenapa ada yang suka membaca? Kenapa ada yang
suka Melukis? itulah yang disebut dengan keanekaragaman pribadi yang dibagi
dalam dua tingkat otonomi yaitu: Kebiasaan dan Minat. Kebiasaan adalah
struktur yang terbentuk dari keterikatan lingkungan kita. Misalnya jika kita
tinggal di lingkungan yang banyak pemain bola, maka kita akan ikut juga untuk
bermain bola, sedangkan Minat adalah stuktur yang terbentuk dari kesadaran akan
target yang kita inginkan.