Rabu, 22 Oktober 2014

Hubungan Arsitektur Komputer Dan Sistem Kognitif Manusia


Pengertian Arsitektur Komputer
Arsitektur Komputer adalah lebih cendrung dikategorikan pada kajian atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer. Sedangkan arsitektur komputer juga bisa dikatakan  dengan  konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll).

Pengertian Struktur Kognisi Manusia
Sebelum membahas apa itu struktur kognisi manusia? ada baiknya kalau kita mengartikan kata struktur dan kognisi terlebih dahulu untuk mempermudah kita dalam memahaminya. Menurut Prof. Benny H. Hoed (dalam Ekky, 2012) struktur adalah bangun (teoritis) yang terdiri atas unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain dalam satu kesatuan, sedangkan kognitif, Menurut Drever (Solihin, 2012) disebutkan bahwa ” kognisi adalah istilah umum yang mencakup segenap model pemahaman, yakni persepsi, imajinasi, penangkapan makna, penialain, dan penalaran”. Dan Menurut Chaplin (2002) dikatakan bahwa “kognisi adalah konsep umum yang mencakup semua bentuk mengenal, termasuk di dalamnya mengamati, melihat, memperhatikan, memberikan, menyangka, membayangkan, memperkirakan, menduga dan menilai”.

3. Perbedaan antara arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia
Kelebihan dan Kekurangan Arsitektur Komputer jika dibandingkan dengan Struktur Kognitif Manusia
Robert L. Solso, Otto H. Maclin, dan M. Kimberly Maclin (2007) menyatakan bahwa walaupun komputer memiliki banyak kelebihan, namun komputer juga memiliki banyak kekurangan dibandingkan dengan kognitif manusia, yaitu:
     Kelebihan:
  1. Pada umumnya komputer dapat melakukan operasi matematika dan logika dengan sangat cepat
  2. Komputer dapat menguji model-model kognitif dengan sumber daya ruang dan waktu yang lebih hemat
  3. Dalam waktu yang sama, komputer dapat melakukan ribuan simulasi dan menghasilkan ribuan data, dan lain-lain
Kelemahan:
  1. Komputer tidak memiliki emosi seperti manusia
  2. Komputer tidak dapat melakukan generalisasi
  3. Komputer tidak mampu memahami pola-pola yang kompleks
  4. Komputer tidak mampu membuat kesimpulan
  5. Manusia lebih unggul dalam mengenali wajah, dan lain-lain

Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi, yaitu :
·         Kelebihan :
  1. Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
  2. Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar
  3. Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal
·         Kekurangan :
  1. Membutuhkan waktu yang cukup lama
  2. Terkadang sulit mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam mengoptimalkan cara berpikir mereka






Sumber :
http://novitaella.blogspot.com/2013/10/arsitektur-komputer-dan-struktur.html
Ekky. (2012). Analisis perbedaan struktur kognisi . http://ekky-psikologi08.blogspot.com/2012/03/analisa-perbedaan-struktur-kognisi.html. Diakses tanggal 20 Oktober 2014.

Selasa, 07 Oktober 2014

Sistem Informasi Psikologi

Sistem Informasi (SI)  adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
Ini terdiri dari komputer, instruksi, fakta yang tersimpan, manusia dan prosedur.
SI dapat dikategorikan dalam empat bagian:
1. Sistem Informasi Manajemen
2. Sistem Pendukung Keputusan
3. Sistem Informasi Eksekutif
4. Sistem Pemrosesan Transaksi

Sistem informasi memiliki komponen berupa subsistem yang merupakan elemen elemen yang lebih kecil yang membentuk sistem informasi tersebut misalnya bagian input, proses, output. Tanpa ketiga itu sistem informasi tidak dapat berjalan dengan baik.
1. Input : sekumpulan data yang akan kita olah menjadi sebuah informasi yang nantinya akan kita sajikan bagi masyarakat.
2. Proses : suatu kegiatan dimana kita mengolah seluruh data yang ada untuk menghasilkan suatu informasi .
3. Output : informasi-informasi yang dapat dengan mudah di peroleh, di mengerti dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Setelah mengenal mengenai system informasi, maka saya akan mengaitkan dengan ilmu psikologi. Psikologi berasal dari bahasa Yunani yaitu psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Jadi dapat disimpulkan psikologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai jiwa atau tingkah laku manusia.
Beberapa ilmu terapan psikologi
1. Psikologi perkembangan : mempelajari perkembangan manusia
2. Psikologi sosial : mempelajari mengenai perilaku sosial manusia
3. Psikologi Kognitif : mempelajari mengenai kognitif manusia seperti memori, dan proses belajar
4. Psikologi klinis : mempelajari memahami, mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal.
5. Psikologi organisasi : mempelajari bagaimana manusia berorganisasi dengan sesamanya
Berdasarkan tulisan di atas kaitan ilmu psikologi dengan system informasi yaitu, system informasi menyampaikan ilmu yang ada di dalamnya melalui teknologi. Contohnya melalui internet, computer, dan gadget. Hal tersebut tidak terlepas dari manusia yang menggerakannya. Manusia yang membuat segala system dan teknologi tersebut sehingga dapat menyampaikan informasi yang berguna bagi semua orang.






Sumber :
1.http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi
http://books.google.co.id/books?
2.id=oHi8C1W4N7wC&pg=PA9&dq=pengertian+sistem+informasi&hl=en&sa=X&ei=4BE0VOyvL4eWuATrnIJI&ved=0CBwQ6AEwAA
3.http://ic-insightcommunity.blogspot.com/2009/06/bagian-bagian-dalam-psikologi.html

Jumat, 01 November 2013

Limbah Kelapa Sawit Jadi Biofuel

Saat ini di Indonesia ada sekitar 60 juta ton tandan kosong kelapa sawit yang tidak dimanfaatkan. “Padahal limbah tersebut dapat dimanfaatkan untuk energy hijau. Biofuel yang dihasilkan dari ilmbah kelapa sawit, berupa cangkang dan tandan kosong kelapa sawit, dapat mencapai dua kali lipat minyak sawit.” Kata kepala Badan Pengkajian dan PenerapanTeknologi (BPPT) Marzin Aziz Iskandar, pecan lalu. Di kabupaten Pelalawan, Riau yang kapasitas produksi CPO-nya mencapai 12 juta ton dri 7 juta hektar kelapa sawit, berpotensi menghasilkan 24 juta ton biofuel dari tandan kosong. Untuk memenuhi kebutuhan listrik di kaawasan terpencil dan pulau-pulau kecil di kabupaten ini, pada 2014 akan dibangun pembangkit listrik tenaga hybrid yang menggunakan sumber energy surya dan angin. (KOMPAS, 28 Oktober 2013)

Alat Olahraga Membuat Anak-Anak Beraktivitas

Menyediakan beragam alat olahraga, dorongan, dan lingkungan aman dapat memicu aktivitas siswa selama bersekolah. Penelitian dari Australia yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine dan dikutip Reuters, Kamis (24/10), menyatakan member siswa SD bola dan alat pemukulnya untuk digunakan selama istirahat atau meminta siswa berdiri di antara kelas bis mengingkatkan 40 persen aktifitas fisik selama istirahat.

Peneliti menguji pengaruh Trarnsform-US!, inisiatif untuk meningkatkan aktifitas fisik pada anak sekolah di Australia. Ada 270 anak, rata-rata berusia delapan tahun, dibagi dalam empat kelompok dan memakai alat untuk mengukur gerakan, memungkinkan peneliti membndingkan tingkat aktivitas selama penelitian. Mereka diberi tugas melakukan berbagai aktivitas berbeda, yakni melakukan olahraga selama waktu itirahat, berdiri selama waktu istirahat, serta olahraga dn berdiri. Kelompok terakhir diminta melakukan kegiatan biasa. Setelah 18 bulan, hasilnya dibandingkan (KOMPAS, 30 Oktober 2013)

Kamis, 31 Oktober 2013

Pengorganisasian, Actuating, dan Controlling Dalam Manajemen

Pengorganisasian Struktur Manajemen

Arti dari pengorganisasian adalah sebuah proses penyusunan anggota dalam bentuk struktur organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dengan sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya. Organisasi yang baik adalah organisasi yang mempunyai struktur , dan jelas setiap peringkat-peringkat juga sistematisnya. Pengertian dari struktur organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal bagaimana organisasi diolah.
Pengorganisasian dilihat sebagai fungsi manajemen yaitu bagaimana suatu lembaga usaha atau organisasi berupaya untuk mengatur dan mengorganisir segala sistematis yang ada guna memperlancar system kerja yang ada demi kemajuan perusahaan.

Actuating Dalam Manajemen
Actuating (menggerakan) adalah tindakan untuk menggerakan semua anggota kelompok untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara bersama-sama. Pentingnya actuating dapat di aplikasikan dalam suatu organisasi. Seperti yang sudah dibahas di atas proses actuating itu menggerakan semua anggota kelompok untuk mencapai tujuan kelompok secara bersama-sama. Dalam organisasi tujuan utama yaitu mencapai keberhasilan, dengan adanya tindakan actuating ini semua anggota kelompok akan berperan dengan tugasnya masing-masing demi kepentingan bersama.
Perinsip-perinsip Actuating menurut Kurniawan (2009) antara lain :
1.       Memperlakukn pegawai dengan sebaik-baiknya
2.      Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
3.       Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
4.      Menghargai hasil yang baik dan sempurna
5.      Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
6.      Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
7.       Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya




Controling
Controling atau pengendalian adalah usaha sistematik menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perencanaan, merancang system informasi umpan balik, membandingkan dengan standar, menentukan dan mengukur deviasi, mengambil tindakan koreksi juga menjamin sumber daya yang ada dipergunakan dengan efektif.
Langkah-langkah yang ditempuh dlam control
a.      Penetapan standar : sebagai sasaran, quota, target pelaksanaan kegiatan yang digunakan sebagai patokan dalam mengambil sebuah keputusan
b.      Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan : sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara tepat
c.       Pengukuran pelaksanaan kegiatan : proses continue, berupa pengamatan, laporan, metode, pengujian, sample
d.      Pembandingan pelaksanaan dengan standar analisa penyimpangan
e.      Tahap pengambilan tindakan koreksi

Terdapat tiga tipe-tipe control
a.      Feed forward control : mengantisipasi penyimpangan standar dan koreksi sebelum proyek terlanjur selesai
b.      Concurrent control : aspek-aspek prosedur yang memiliki syarat
c.       Feedback, past-action controls : hasil suatu kegiatan yang telah dilaksanakan

Kontrol dalam proses Manajemen
Adalah suatu proses yang digunakan untuk mempengaruhi para anggota organisasi agar menerapkan strategi organisasi. Pengendalian manajemen merupakan:
n  Aktivitas Pengendalian Manajemen
n  Keselarasan Tujuan
n  Salah satu alat implementasi Strategi, selain struktur organisasi, manajemen SDM, Budaya
n  Menekankan aspek Keuangan dan Nonkeuangan
n  Membantu Mengembangkan Strategi Baru

Jumat, 11 Oktober 2013

Manajemen



Manajemen adalah sebagai suatu proses, sebagai suatu kolektifitas manusia, sebagai ilmu (science) dan sebagai seni (art). Manajemen sebagai suatu proses, melihat bagaimana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
Jenis-jenis manajemen diantaranya
1.       Manajemen Lini : manajemen tingkat pertama, yaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi dimana seseorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain.
2.       Manajemen menengah (middle manager): mencakup lebih dari satu tingkatan di dalam organisasi. Manager mengengah mengarahkan kegiatan manager lain, juga mengarahakan kegiatan-kegiatan yang melaksanakan kebijakan organisasi.
3.       Manajemen Puncak (top manager) : terdiri atas kelompok yang relative kecil, yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Mereka menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing hubungan organisasi dengan lingkungannya.
Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.(George R. Terry)
Perencanaan adalah fungsi seorang manager yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan kebiaksanaan-kebijaksanaan serta program-program yang dilakukan. Perencanaan diperlukan dan terjadi dalam berbagai bentuk organisasi sebab perencanaan ini merupakan proses dasar manajemen di dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan.
Manfaat perencanaan diantaranya
1.       Memberikan pedoman yang konsisten terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan
2.       Tujuan-tujuan organisasi dapat dirumuskan dengan jelas
3.       Membantu manajer mengantisipasi masalah-masalah sebelum menjadi parah
4.       Membatu manajer membuat keputusan
Jenis-jenis perencanaan
1.       Rencana Global (Global Plan) yaitu penentuan tujuan suatu organisasi secara menyeluruh, apa yang menjadi tujuan akhir suatu organisasi yang bersifat jangka panjang
2.       Rencana Strategik (Strategic Plan) yaitu bagian dari rencana global yang lebih terperinci. Dimana dengan menyusun kerangka kerja yang akan dilakukan untuk mencapai rencana global, dan dalam jangka panjang
3.       Rencana operasional (Operational Plan) yaitu perencanaan terhadap kegiatan-kegiatan operasional dan bersifat jangka pendek

Pembangkit Biomassa di Papua Barat



JAKARTA, KOMPAS – PT. Prima Layanan Nasional Enjiniring (PT PLN Enjiniring), anak perusahaan PT PLN(Persero), akan membangun pembakit listrik biomassa untuk memenuhi penyediaan listrik dan energy panas dengan nilai investasi Rp.120 miliar. Hal ini untuk mendukung rencana pengoperasian pabrik pengolahan sagu di Distrikais, Sorong Selatan, Papua Barat.
Demikian nota kesepahaman yang ditandatangani direktur utama perum perhutani Bambang Sukmananto dan direktur utama PT PLN Nur Pamudji, Jumat (6/9), di Jakarta. Nota kesepahaman itu merupakan kesepakatan awal kerjasama dalam penyediaan listrik dan energy panas untuk kebutuhan pabrik pengolahan sagu. Milik perumnas perhutani yang akan dibangun di Distrikasi, Sorong Selatan, Papua Barat. Nur pamudji menjelaskan, PLN menargetkan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar biomassa dari limbah pengolahan sagu berkapasitas 3 megawatt(MW). Itu rampung pada September 2014. Kebutuhan investasi untuk pembangunan pembangkit itu diperkirakan Rp.40 miliar/megawatt sehingga total investasinya Rp.120 miliar. “Pendanaan ini dari PLN sendiri” ujarnya.
Renacana pembangunan industry di Papua sudah lama dibicarakan di kementrian BUMN. PLN bertugas membangun beberapa pembangkit listrik di Papua dan Papua Barat. Karena itu PLN akan membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik biomassa sehingga bahan bakarnya bisa dari serat pohon sagu, kayu, atau batu bara dan gasifikasi batu bara. Listrik dan energy panas yang dihasilkan pembangkit itu untuk pengolahan dan pengeringan sagu.