Rabu, 01 Mei 2013

Teori-Teori Kepribadian


Psikoanalisa (Alfred Adler)
Biografi
Alfred Adler lahir pada tanggal 7 februari 1870 di Rudolfsheim, sebuah desa dekat Wina. Ibunya Pauline, adalah Ibu rumah tangga yang sibuk dengan ketujuh anaknya. Ayahnya, Leopold, adalah pedagang gandum kelas menengah dari Hungaria. Semasa kecil, Adler seorang anak yang lemah dan sakit – sakitan, bahkan pada umur lima tahun ia hampir meninggal karena radang paru – paru.
Kehidupan Freud dan Adler punya kesamaan yang menarik. Walaupun kedua pria ini berasal dari orang tua Yahudi Wina kelas menengah atau menengah ke bawah namun mereka tidak ada yang religius.
Pada tahun 1904, ketika masih menjadi anggota lingkaran dalam Freud, ia beralih keyakinan menjadi protestantisme. Walaupun terjadi perubahan keyakinan, ia tidak mempunyai pendirian religius yang dalam dan sesungguhnya, salah seorang penulis biografinya mengenal ia sebagai seorang agnostik.
Seperti, Freud Adler mempunyai adik laki – laki yang meninggal ketika masih bayi. Adler mempunyai alasan yang lebih kuat untuk trauma atau kematian adiknya Rudolf. Saat berumur empat tahun, adler terbangun dan menemukan Rudolf meninggal di tempat tidur sebelahnya. Bukan merasa ketakutan atau merasa bersalah, Adler malah menilai pengalaman ini, sama dengan pengalamannya sendiri yang hampir meninggal karna radang paru – paru, sebagai tantangan untuk mengalahkan kematian. Jadi, pada umur lima tahun, ia mumutuskna bahwa tujuan hidupnya adalah untuk menaklukan kematian. Oleh karna ilmu kedokteran menawarkan kemungkinan untuk mencega kematian, pada usia yang masih muda, Adler memutuskan untuk menjadi seorang dokter.
Adler menjalani pendidikan menengahnya tanpa ada kesulitan ataupun prestasi yang memuaskan. Tapi, ketika ia masuk Gymnasium untuk persiapan sekolah kedokteran, prestasinya sangat buruk sehingga ayahnya mengancam untuk mengeluarkannya dari sekolah dan membekalinya dengan keahlian untuk menjadi pembuat sepatu.
Ketika ia menerima gelar dokter di akhir tahun 1985, ia telah mencapai tujuannya semasa kecil, yaitu untuk menjadi seorang dokter. Lalu ia membuka praktek sebagai spesialis mata, tetapi ia menghentikannya dan beralih ke psikiatri dan kedokteran umum.
Selama beberapa tahun berikutnya, Adler semakin yakin bahwa psikoanalisis seharusnya lebih luas daripada pandangan Freud tentang seksualitas kanak – kanak. Adler dan Freud akhirnya menyadari bahwa perbedaan mereka tidak bisa di satukan kembali dan pada oktober 1911, Adler mengundurkan diri dari jabatan presiden dan keanggotaannya di Psychoanalytic society. Bersama dengan Sembilan orang anggota awal dari lingkaran Freud. Ia membentuk society for free psychoanalytic study, sebuah nama yang menjengkelkan Freud karena implikasinya bahwa psikoanalsis Freudian di anggap bertentangan dengan ekspresi bebas dari suatu gagasan. Adler mengubah nama organisasinya menjadi society for individual psychology.
Selama beberapa tahun hidupnya, Adler kerap mengunjungi Amerika Serikat. Dimana ia mengajar psikologi individual di Columbia University dan di new school for social research. Pada tahun 1932, ia menjadi warga Amerika Serikat dan memegang posisi professor tamu untuk psikologi kedokteran di long island collage of medicine, yang sekarang menjadi downstate medical school, state university of new York.
Adler menikah dengan wanita Rusia yang independen, Raisa Epstein pada desember 1897. Raisa dan Adler memiliki empat orang anak, Alexandra, Kurt, Vali, dan Nelly.
Di awal tahun 1937, ketika risau dengan Vali yang menghilang di Moscow, Adler merasakan nyeri di dada saat sedang menjadi pembicara keliling di Belanda. Mengabaikan saran dokter untuk beristirahat, ia melanjutkan ke Aberdeen, skotlandia. Dimana pada tanggal 28 mei 1937 ia meninggal karna serangan jantung.
o   Teori

Psikologi individual Alfred Adler menggambarkan pandangan optimis akan manusia yang bersandar pada gagasan minat sosial, yaitu perasaan menyatu dengan semua umat manusia. Adler menyusun teori yang sederhana dan parsimonious. Menurut Adler, manusia lahir dengan tubuh yang lemah dan inferior—suatu kondisi yang mengarah pada perasaan inferior sehingga mengakibatkan ketergantungan pada orang lain. Oleh karna itu, perasaan menyatu dengan orang lain sudah menjadi sifat manusia dan merupakan standar akhir untuk kesehatan psikologis. Lebih spesifik, prinsip utama dalam teori Adler bisa diuraikan dalam bentuk kerangka.
Prinsip pertama dari teori Adler adalaha kekuatan dinamis di balik perilaku manusia adalah berjuang untuk meraih keberhasilan atau superioritas.
Adler mereduksi semua motivasi menjadi suatu dorongan tunggal—berjuang untuk meraih keberhasilan atau superiortas. Psikologi individual mengajarkan bahwa setiap orang memulai hidup dengan kelemahan fisik yang memunculkan perasaan inferior—perasaan yang memotivasi seseorang untuk berjuang demi meraih superioritas atau keberhasilan. Individu yang tidak sehat secara psikologis akan berjuang untuk superioritas pribadi, sedangkan individu yang sehat secara psikologis mencari keberhasilan untuk semua umat manusia.
Prinsip Adler yang kedua adalah persepsi subjektif seorang membentuk perilaku dan kepribadian mereka. manusia berjuang meraih keunggulan atau keberhasilan untuk menggantu perasaan inferior. Akan tetapi, sikap juang mereka tidak ditentukan oleh kenyataanm namun oleh persepsi subjektif mereka akan kenyataan, yaitu fiksi mereka.
Prinsip ketiga dari teori Adler adalah, kepribadian itu menyatu dan sefl-consistent. Psikologi individual menekankan pada kesatuan fundamental dari kepribadian dan gagasan bahwa perilaku yang tidak konsisten itu tidak ada. Pikiran, perasaan, dan tindakan, semuanya mengarah pada satu sasaran dan berfungs untuk mencapai satu tujuan.
Prinsip keempat Adler adalah nilai dari semua aktifitas manusia harus dilihat dari sudut pandang minta sosial. Minat sosial adalah kondisi alamiah dari manusia dan bahan perekat yang mengikat masyarakat bersama – sama. infireoritas alamiah dari manusia menyebabkan mereka mengikatkan diri bersama – sama untuk membentuk masyarakat.
Prinsip kelima Adler adalah struktur kepribadian yang self-consistent berkembang menjadi gaya hidup seseorang. Gaya hidup adalah istilah yang digunakan Adler untuk menunjukan selera hidup seseorang. Gaya hidup mencakup tujuan seseorang, konsep diri, perasaan terhadap orang lain, dan sikap terhadap dunia.
Prinsip keenam Adler adalah gaya hidup di bentuk oleh daya kreatif yang ada dalam diri manusia. Daya kreatif yang mereka miliki membuat mereka mengendalikan kehidupan mereka sendiri, bertanggung jawab akan tujuan mereka, menentukan cara yang mereka pakai untuk meraih tujuan tersebut dan berperan dalam membentuk minat sosial mereka.  

Psikologi Humanistik (Abraham H. Maslow)
Biografi

Maslow lahir di Manhattan, New York, pada 1 april 1908. Maslow menghabiskan masa kecilnya yang tidak bahagia di Brooklyn. Maslow adalah anak tertua dari tujuh bersaudara dari pasangan Samuel Maslow dan Rose Schilosky Maslow.
Ibunya adalah penganut agama yang sangat kuat. Ia selalu menakuti Maslow kecil tentang hukum dari tuhan. Maslow mengetes ancaman Ibunya tapi, tidak ada yang terjadi. Dari pengalaman itulah Maslow belajar membenci dan tidak mempercayai agama sehingga menjadi atheis.
Malow memilih City Collage of New York yang kurang terkemuka. Pada saat yang bersamaan orang tuanya bercerai dan hubungannya dengan ayahnya menjadi lebih dekat secara emosional. Ayah Maslow menginginkan anak laki – laki tertuanya menjadi seorang pengacara dan ketika berkuliah di City Collage, Maslow mendaftar di sekolah hukum. Tetapi, ia meninggalkan kelas hukum. Ia merasa bahwa hukum terlalu sering berhadapan dengan orang – orang jahat dan tidak cukup peduli dengan kebaikan.
Setelah 3 semester, ia pindah ke Cornell University di bagian utara New York. Alasannya, untuk bisa lebih dekat dengan sepupunya Will dan untuk menjauh dari sepupunya Bretha Goodman, yang ia cintai.
Setelah menjalani 1 semester di Cornell, Maslow kembali ke City Collage of New York, kali ini alasannya adalah untuk bisa dekat dengan Bretha. Tak lama kemudian Maslow dan Bretha menikah, tetapi setelah berhasil mengatasi penolakan orang tuanya. Orang tua Maslow takut, karna pernikahan antarsepupu mungkin akan menghasilkan kelainan genetis pada anak – anak mereka.
Satu semester menjelang pernikahannya, Maslow mendaftar di University of Wisconsin, dimana ia memperoleh gelar sarjana Filosofi. Lalu ia tertarik dengan pandangan behaviorisme dari John B. Watson dan ketetarikannya ini membuatnya mengambil mata kuliah Psikologi yang cukup untuk memenuhi persayaratan untuk mengejar gelar doctor di bidang psikologi.
Pada tahun 1934, Maslow mendapatkan gelar doctor. Ia lalu melanjutkan mengajar di Wisconsin untuk beberapa waktu yang singkat dan bahkan mendaftar di sekolah kedokteran disana. bagi Maslow, sekolah kedokteran sama dengan sekolah hukum. Mereka menggambarkan pandangan tanpa emosi dan negative tentang manusia dan ia terganggu dan juga bosan dnegan pengalamannya di sekolah kedokteran.
Tahun berikutnya, ia kembali ke New York untuk menjadi asisten peneliti E.L Thindrike di Teachers Collage, Columbia University.
Pada usia 38, ia menderita penyakit aneh yang membuatnya lemah, sering kali pingsan, dan kelelahan. Pada tahun berikutnya, ia mengambil cuti sakit dan bersama dengan Bertha serta kedua anaknya, pindah ke Pleasanton, California, dimana ia menjadi manajer pabrik sebuah cabang dari Maslow Cooperage Corporation. Setahun ekmudian, kesehatannya membaik dan ia kembali mengajar di Brooklyn Collage.
Pada tahun 1951, Maslow mendapat posisi sebagai kepala Departeman psikologi di Brandeis University yang baru berdiri di Walthman, Massachusetts.
Pada tanggal 8 juni 1970, ia tiba – tiba terjatuh dan meninggal dunia akibat serangan jantung yang hebat di usia 62 tahun.

 Teori
Teori kepribadian Maslow di buat berdasarkan beberapa asumsi dasar mengenai motivasi.
Pertama, Maslow mengadopsi sebuah pendekatan menyeluruh motivasi, yaitu keseluruhan dari seseorang, bukan hanya satu bagian atau fungsi termotivasi.
Kedua, motivasi biasanya kompleks atau terdiri dari beberapa hal, yang berarti bahwa tingkah laku seseorang dapat muncul dari beberapa motivasi yang terpisah.
Ketiga, bahwa orang – orang berulang kali termotivasi oleh kebutuhan – kebutuhan. Ketika sebuah kebutuhan terpenuhi, biasanya kebutuhan tersebut berkurang kekuatan untuk memotivasinya dan di gantikan dengan kebutuhan lainnya.
Keempat, semua orang dimanapun termotivasi oleh kebutuhan dasar yang sama.
Kelima, kebetuhan  - kebetuhan dapat di bentuk menjadi sebuah hirarki.
Konsep hirarki kebutuhan yang di ungkapkan Maslow beranggapan bahwa kebutuhan – kebutuhan di level rendah harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan – kebutuhan di level tinggi menjadi hal yang termotivasi.
Maslow mengungkapkan kebutuhan – kebutuhan berikut ini berdasarkan prapotensi dari masing – masing fisiologis (physiological), keamanan (safety), cinta dan keberadaan (love and belongingness), penghargaan (esteem), dan aktualisasi diri (self-actualization).


 Behavioristik (B.F. Skinner)
Biografi
Burrhus Frederic Skinner di lahirkan pada 20 maret 1904. Di Susquehanna, Pennsylvania. Anak pertama pasangan William Skinner dan Grace Mange Burrhus Skinner. Ayahnya adalah seorang pengacara dan politisi ternama, sementara Ibunya adalah Ibu ruah tangga yang merawat kedua anak mereka. Skinner tumbuh dalam sebuah remah yang nyaman, bahagia, dan berada dalam kelas sosial ekonomi menengah ke atas, tempat orang tuanya mengajarkan nilai – nilai dai control diri, pelayanan, kejujuran dan kerja keras.
Saat masa kanak – kanak, Skinner memiliki kecenderungan terhadap bidang music dan sastra. Sejak usia dini, ia sangat berminat untuk menjadi penulis professional, suatu tujuan yang akhirnya ia dapatkan dengan terbitnya Walden Two, saat ia mulai memasuki usia 40an.
Setelah mendapatkan gelar sarjanannya dalam jurusan bahasa inggris, Skinner mulai mencari cara untuk merealisasikan ambisinya menjadi penulis kreatif.
Pada akhir tahun kegelapannya, Skinner di hadapkan suatu tugas untuk mencari karier baru. Ia pun tertarik terhadap psikologi. setelah membaca beberapa hasil studi dari Watson dan Pavlov, ia kemudian memutuskan untuk menjadi pakar behaviorisme.
Walaupun Skinner tidak pernah mengambil kuliah psikologi dalam progam sarjananya, Harvard menerimanya sebagai mahasiswa pascasarjana dalam bidang spikologi. Setelah menyelesaikan gelasr Ph.D., pada tahun 1931, Skinner menerima keanggotaan dari national Research Council untuk melanjutkan penelitian laboratoriumnya di Harvard.
Pada musim semi tahun 1933, Harvard mendirikan Society of Fellows, suatu progam yang di rancang untuk memperkenalkan berpikir kreatif di antara pemuda – pemuda yang memiliki kelebihan intelektual di universitas. Skinner terpilih menjadi kolega junior dan selama 3 tahun menghabiskan lebih banyak waktunya melakukan penelitian di laboratorium.
Di akhir masa 3 tahun sebagai Kolega Junior, ia kembali mencari pekerjaan. Hal yang menarik, ia hampir tidak mengetahui apa pun mengenai psikologi tradisional secara teoritis dan tidak tertarik untuk memperlajarinya. Ia mempunyai gelar Ph.D dalam psikologi, 5,5 tahun melakukan panelitian laboratorium tambahan, tetapi tidak memiliki persiapan untuk mengajar psikologi, dan “tidak pernah sama sekali membaca buku teks psikologi secara keseluruhan”.
Pada tahun 1936, Skinner mulai bekerja sebagai pengajar dan peneliti di University of Minnesota, tempatnya bertahan selama 9 tahun. Tidak lama setelah pindah ke Minneapolis dan setelah suatu hubungan cinta yang pendek dan aneh, ia menikah dengan Yvonne Blue. Keluarga Skinner mempunyai dua orang anak perempuan—Julie, yang lahir pada tahun 1938, dan Deborah (Debbie) yang lahir pada tahun 1944. Selama tinggal di Minnesota, Skinner menerbirkan buku pertamanya, The Behavior Of Organisms.
Project Pigeon Skinner adalah suatu usaha yang pintar dan mengondisikan burung dara yang menghasilkan patukan yang tepat, yang akan melakukan maneuver misil peledak kepada target musuh. Hampir dua tahun sebelum Amerika Serikat muali berperang. Untuk bekerja sepenuhnya dalam project pigeon, Skinner mendapatkan donasi dari University of Minnesota dan bantuan financial dari General Mills, kolongmerat makanan yang berada di Minneapolis. Sayangnya, ia tidak mendapatkan dukungan pemerintah.
Tidak lama setelah Skinner meninggalkan project pigeon, dan sesaat sebelum kelahiran anak keduanya, Debbie, ia terlibat dalam suatu eksperimen lainnya. Baby Tender ini sebetulnya adalah tempat tidur tertutup dengan jendela besar dan asupan udara segar yang hangat yang di pasok terus menerus.
Setelah Ladies home Journal menerbitkan  artikel mengenai Baby Tender, Skinner mendapatkan pujian dan hujatan untuk ciptaannya tersebut. Tapi, kesulitan dalam mematenkan alat ini dan asosiasinya dengan partner bisnis yang tidak kompeten dan tidak berhati – hati membuatnya meninggalkan usaha komersilnya.
Saat Skinner telah menjadi pakar behaviorisme yang sukses dan terkenal, ia sangat lambat dalam mengukuhhkan financial dan caranya yang kekanak – kanakan untuk emmbiarkan orang tuanya membayarkan mobilnya, liburannya, pendidikan anak – anaknya di sekoalh swasta dan rumah untuk keuarganya.
Pada tahun 1945, Skinner meninggalkan Minnesota untuk mejadi dewan dalam departemen psikologi di Indiana University, sebuah kepindahan yang membawanya lebih banyak frustasi.
Skinner menulis Walden Two, suatu Novel utopis. Walaupun tidak di terbitkan sampai pada tahun 1948, buku ini memberikan penulisnya terapi langsung dalam bentuk katarsis emosional.setidaknya Skinner telah berhasil melakukan apa yang gagal ia capai di tahun kegelapannya, 20 tahun silam. Skinner mengakui bahwa dua karakter utama dalam buku tersebut, Farazier dan Burris, mempresentasikan usahanya untuk menyatukan dua aspek terpisah dari kepribadiannya. Walden Two juga merupakan salah satu pencapaian dalam karier professional Skinner.
Pada tahun 1974, ia pension sebagai professor, namun tetap melanjutkan sebagai professor emeritus dengan beberapa perubahan dalam kondisi kerjanya. setelah pension mengajar pada tahun 1964, Skinner menulis beberapa buku penting dalam perilaku manusia, yang membantunya meraih status sebagai psikolog yang paling terkenal di Amerika.
Pada 18 agustus 1990, Skinner meninggal akibat leukemia. Seminggu sebelum kematiannya, ia menyampaikan suatu pidato yang emosional dalam konvensi American Psychological Association (APA), tempatnya terus menyuarakan behaviorisme radikal. Dalam konvensi tersebut, ia menerima suatu penghargaan yang belum pernah di berikan sebelumnya, Citation of Outstanding Lifetime Contribution to Psychology.

o   Teori
Sebuah pendekatan yang disebut behaviorisme, muncul dari penelitian di laboratorium atas hewan dan manusia. Skinner mengurangi spekulasi dan terfokus secara keseluruhan dalam perilaku yang di observasi.
Skinner menerima bahwa hukum sebab akibat sagat krusial untuk mengontrol perilaku dan melihat pekerjaannya adalah untuk memastikan bahwa suatu efek benar – benar terjadi dan efek tersebut terjadi di bawah suatu kondisi optimal untuk belajar.
Skinner bersikeras bahwa perilaku manusia harus di pelajari secara ilmiah. Aliran behaviorisme ilmiahnya berpendapat bahwa perilaku dapat dipelajari dengan baik tanpa referensi mengenai kebutuhan, insting, dan motif. Mengatribusikan motivasi pada perilaku manusia sama saja dengan mengatribusikan kemauan bebas kepada fenomena alam.
Untuk menjadi ilmiah, Skinner menegaskan bahwa psikologi harus menghindari factor – factor internal mental dan membatasi dirinya pada peristiwa nyata yang dapat di observasi. Walaupun Skinner yakin bahwa kondisi internal berada di luar domain ilmu pengetahuan, ia tidak menolak keberadaannya.
Skinner mengenali dua bentuk pengkondisian, klasik dan operan. Melalui pengkondisian klasik, suatu respon di peroleh dari sebuah organism dengan suatu stimulus yang spesifik dan dapat di identifikasi. Dengan pengkondisian operan, sebuah perilaku di buat lebih mungkin untuk terjadi saat di berikan penguatan secara langsung.
Salah satu perbedaan antara pengkondisian klasik dan operan adalah bahwa pada pengkondisian klasik, perilaku di peroleh dari organism, sementara dalam pengkondisian operan, perilaku terpancar. Respon yang di peroleh di keluarkan dari organism, sementara respon yang terpancar adalah yang muncul begitu saja.
Skinner berpandangan bahwa pemahaman atas perilaku binatang di laboratorium dapat di generalisasikan pada perilaku manusia, seperti fisika dapat di gunakan untuk menginterpretasikan apa yang di observasi di luar angkasa dan seperti pemahaman mengenai genetika dasar dapat membantu menginterpretasikan konsep evolusi yang komplek.
Menurut Skinner, perilaku manusia di bentuk oleh tiga kekuatan:
1) seleksi alam
2) praktik budaya
3) sejarang seseorang atas penguatan yang di terimanya.
Tetapi pada akhirnya, “semua adalah masalah seleksi alam, sejak pengkondisian operan adalah suatu proses yang berevolusi dan praktik budaya menjadi aplikasi sepenuhnya

Minggu, 07 April 2013

Kesehatan mental dari berbagai aspek

Aspek-aspek kesehatan jika dilihat dari
11.     Emosi
Kesehatan emosional ditandai dengan kenyamanan dan penerimaan perasaan seseorang pada kondisi mental, situasi dan keadaan yang beragam. Emosi yang sehat perlu pengendalian pikiran, perasaan, dan perilaku, baik positif atau negatif. Salah satu cara untuk memastikan bahwa kesehatan emosional sehat adalah dengan mengendalikan pikiran. Ada beberapa indikator bahwa Anda memiliki kesehatan mental dan emosional adalah termasuk kemampuan dalam diri Anda sendiri untuk membuat keputusan berdasarkan campuran dari perasaan, pikiran, dan perilaku pada saat-saat kritis.
22.    Intelektual
Seseorang yang sehat secara Intelektual mempunyai tujuan hidup yang jelas. Ia menuliskan apa saja tujuan hidupnya (jangka pendek dan jangka panjang) dan segera melakukan ACTION dalam cara menggapai tujuannya. Orang yang sehat secara intelektual dengan sendirinya akan sehat secara emosional, karena daya pikirnya yang luas. Dapat dikatakan bahwa seseorang yang sehat secara  intelektual adalah  seseorang yang rendah hati, tidak sombong, mau belajar dan dapat sangat menghargai orang lain.
33.      Sosial
 Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai. 
44,     Fisik
Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.

55.      Spiritual
Orang yang sehat secara spiritual adalah seseorang yang memiliki suatu kondisi ketenangan jiwa dengan id mereka secara rohani di anggap sehat karena pikirannya jernih, tidak melakukan atau bertindak hal-hal yang di luar batas kewajaran sehingga berpikir rasional.


Kesimpulan:
Manusia terdiri dari 5 dimensi yaitu: fisik, emosi, intelektual, sosial dan spiritual dimana setiap dimensi harus dipenuhi kebutuhannya. Seringkali permasalahan yang mucul pada klien ketika mengalami suatu kondisi dengan penyakit tertentu (misalnya penyakit fisik) yang sering mengakibatkan terjadinya masalah psikososial dan spiritual. Ketika klien mempunyai masalah dengan, kehilangan dan stres, kekuatan spiritual dapat membantu individu tersebut menuju penyelesaian dan terpenuhinya tujuan dengan atau melalui pemenuhan kebutuhan spiritual. Dengan kata lain apabila satu dimensi terganggu, maka dimensi-dimensi yang lain akan terganggu.

Teori Kepribadian

1.                 Sigmund Freud
Didasari pada keyakinan bahwa dalam diri manuia memiliki energy psikis yang dinamis. Energy psikis inilah yang mendorong individu untuk bertingkah laku. Menurut psikoanalisis, energy itu berasumsi pada fungsi psikis yang berbeda yaitu id, ego, superego.
Id : bagian yang paling primitive dalam kepribadian, dan dari sinilah nantinya ego dan superego berkembang. Dorongan yang berada di dalam id selalu ingin dipuaskan dan menghindari yang tidak menyenangkan.
Ego: baqgian yang paling ekslusif dari kepribadian. Ego berfungsi secara rasional berdasarkan perinsip kenyataan. Berusaha memenuhi kebutuhan id secara realitas, dimana ego berfungsi untuk menyaring dorongan-dorongan yang ingin di puaskan oleh id.
Super ego: gambaran interaksi nilai moral masyarakat yang diajarkan orangtua dan lingkungan seseorang. Pada dasarnya super egomerupakan hati nurani seseorang dimana berfungsi sebagai penilai apakah sesuatu itu benar atau salah. Karena super ego berorientasi pada kesempurnaan.
            Menurut Freud fase-fase perkembangan individu di dorong oleh energy psikis yang di sebut libido. Libido insting kehidupan yang bersifat seksual yang ada sejak manusia lahir. Ada 6 fase yang membagi perkembangan manusia menurut Freud:
aa.      Fase oral (0-1 tahun)
Pada fase ini seorang anak mendapat kepuasan dengan berorientasi pada mulut dan sekitarnya. Contohnya menyusu di putting ibu dan memasukan segala benda ke dalam mulut.

bb.       Fase anal (1-3 tahun)
Pada fase ini kenikmatan berpusat pada daerah anus, seperti kepuasan pada saat buang
air besar. Inilah saat untuk orang tua mengajarkan disiplin pada anak.
cc.    Fase phalik (3-5 tahun)
Pada fase ini adalah alat kelamin sebagai titik kepuasan. Anak mulai tertarik pada perbedaan anatomis laki-laki dan perempuan, dan biasanya difigurkan oleh ayah dan ibu. Pada anak laki-laki terjadi yang dinamakan Oedipus kompleks yaitu gairah sexual.
dd.    Fase laten (5-12 tahun)
Fase ini adalah masa tenang dimana anak mulai mengembangkan kemampuan motorik dan kognitifnya. Anak mulai mencoba menekan rasa takut dan cemas. Anak mulai mencari figure ideal saat dia dewasa, homoseksual bisa mulai terlihat pada masa ini dan bisa di cegah secara dini.
ee.      Fase genital (>12 tahun)
Tahap ini menjadi tahap kematangan pada alat reproduki. Pusat kepuasan berada di daerah kelamin. Disini libido mulai di arahkan untuk hubungan heteroseksual . pada masa ini pula seseorang merasakan cinta atau ketertarikan pada lawan jenis.

2.     Erikson
Melandaskan teori pada libido. Teori ini juga sangat dipengaruhi oleh teori psikoanalisa dari Freud. Tetapi yang berbeda adalah konflik yang terjadi di dalam perkembangan seseorang. Konflik yang timbul ini akan menimbulkan krisis. Sedangkan apabila krisis yang terjadi dapat diselesaikan maka akan berdampak pada perkembangan individu. Menurut Erikson, krisis di sini bukanlah suatu yang buruk, tetapi merupakan titik tolak perkembangan. Psikososial Erikson dibagi dalam 8 tahap yaitu :
a.       Basic trust vs basic mistrust (0-1 tahun)
Kebutuhan akan rasa aman dan ketidakberdayaan menyebabkan konflik yang dapat di alami oleh anak dalam tahap ini adalah kepercayaan. Bila rasa aman terpenuhi, maka akan berkembang pula kepercayaannya pada lingkungan sekitar. Ibu memegang peranan penting dalam masa ini.


b.      Autonomy vs shame & doubt (2-3 tahun)
Pada masa ini organ dan fungsi tubuh sudah mulai masak dan terorganisasi dengan benar. Gerakan anak menjadi lebih berfariasi. Konflik pada masa ini adalah pengakuan, pujian untuk mengembangkan percaya diri pada anak.
c.       Intimative vs guilt (3-6 tahun)
Disini anak mulai mengembangkan pikiran untuk berinisiatif atau memiliki perasaan bebas untuk melakukan sesuatu. Tapi bila anak mengembangakan keraguan pada tahapan sebelumnya maka, yang akan berkembang adalah rasa bersalah.
d.      Industry vs inferiority (6- 11 tahun)
Anak mulai dapat berfikir logis dan sudah mulai memasuki jenjang pendidikan. Konflik yang dihadapi pada masa ini adalah perasaan sebagai seseorang yang mampu atau perasaan rendah diri. Bila anak mengembangkan kemampuannya maka akan berkembang pul gairah untuk lebih produktif.
e.       Identity vs role confusion (12- 18 tahun)
Anak lebih dihadapkan pada tuntutan untuk lebih mengenal dirinya dimana anak sudah mulai harus memikirkan masa depannya. Konflik dalam masa ini adalah perasaan mencari jatidirinya atau malah kekaburan diri.
f.       Intimacy vs isolation (18- 30 tahun)
Tahapan ini keintiman dan isolasi harus seimbang untuk memunculkan nilai positif yaitu cinta. Cinta yang dimaksud bukan hanya dengan kekasih namun cinta dengan arti luas, sesame dan keluarga misalnya.
g.      Generativity vs self-absorbtion (20- 50 tahun)
Konflik atau krisis yang dihadapi adalah dimana muncul perasaan dan tuntutan untuk membantu orang lain di luar keluarganya, seperti masyarakat umum, di sini pengalaman yang bisa mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berbuat sesuatu bagi orang lain.
h.      Ego intergrity vs despair (usia lanjut)
Pada masa ini seseorang akan mulai menengok masa lalunya. Prestasi dan segala seseuatu yang didapat di masa lalu akan menghasilkan kepuasan dan kebanggaan pada masa ini. Tapi jika masa lalu seseorang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan maka akan menimbulkan kekecewaan pada masa ini.

3.     Allport
Kepribadian adalah sesuatu yang unik dan dimiliki oleh masing-masih pribadi manusia. Manusia itu dipengaruhi oleh kesadarannya yang meliputi 3 komponen berikut
  a.  Dinamika organisasi
Komponen ini menyatakan bahwa kepribadian itu mengalami perkembangan dan perubahan.
bb.      Psychopysical
Komponen ini menyatakan bahwa kepribadian bukan hanya suatu hal yang tersirat namun kepribadian adalah hal yang nyata dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan.
cc.       Determinasi
Komponen ini menyatakan bahwa kepribadian bukan hanya suatu konsep, namun ia dapat mengerjakan sesuatu dan mempengaruhi tingkah laku seseorang.

6 Sturuktur Kepribadian:

1. Sifat/Trait
Di dalam kepribadian terdapat sifat dasar yakni : (Nyata, Berkembang, Fleksibel, Empirik dan Kemandirian yang relatif). Nah dari 5 sifat dasar ini, terdapat sifat umum dan sifat khusus yang berkembang pada tiap-tipa sifat dasar.
2. Traits-Habit-Atitud
Dalam struktur ini, dinyatkan bahwa kepribadian dapat dibentuk karena sifat dasar, kebiasaan, sikap dalam menghadapi sesuatu, dan kategori nomotetik
3. Trait dan Konsistensi Pribadi
Stuktur ini mengarah pada praktikum stimulus-respon. dia membagi atas 3 trait didalamnya. Yaitu:(gregorius=suka berteman);(shyness=pemalu) dan (self esteem=kepercayaan diri).

4. Propium
    adalah struktur yang membahas tentang perkembangan baik itu dalam emosi, kecakapan individu, kemampuan persepsi dan tujuan hidup seseorang. Perkembangannya sama dengan perkembangan sigmund freud, ia membaginya ke dalam 5 tahapan yaitu: Oral(0-1tahun), Anal(1-3tahun), Phalic(3-5tahun), Laten(5-12tahun) dan Genital(>12tahun).

5. Motivasi
Kekuatan dari stuktur notivasi dalam pribadi menurut Gordon allport berbeda dengan yang lain, dimana ia mengatakan bahwa yang paling menunjang dala motivasi ialah kemampuan kognitif dan perencanaan hidup. Dari dua hal itu, ia mampu membentuk motivasi dalam dirinya karena ia telah memiliki kemampuan kognitif dan perencanaan.
6. Otonomi Fungsional
Otonomi fungsional adalah struktur yang membahas tentang keanekaragaman pribadi. Kenapa ada yang suka membaca? Kenapa ada yang suka Melukis? itulah yang disebut dengan keanekaragaman pribadi yang dibagi dalam dua tingkat otonomi yaitu: Kebiasaan dan Minat. Kebiasaan adalah struktur yang terbentuk dari keterikatan lingkungan kita. Misalnya jika kita tinggal di lingkungan yang banyak pemain bola, maka kita akan ikut juga untuk bermain bola, sedangkan Minat adalah stuktur yang terbentuk dari kesadaran akan target yang kita inginkan.

Minggu, 04 November 2012

CSCW



Menurut gue cscw itu adalah, Istilah Computer Supported Cooperative Work (CSCW) pertama kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984, pada sebuah workshop yang dihadiri oleh mereka yang tertarik dalam menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan mereka. . Pada kesempatan yang sama pada tahun 1987, Dr. Charles Findley mempresentasikan konsep collaborative learning-work. Menurut, CSCW mengangkat isu seputar bagaimana aktivitas-aktivitas kolaboratif dan koordinasi didalamnya dapat didukung teknologi komputer. Beberapa orang menyamakan CSCW dengan groupware, namun yang lain mengatakan bahwa groupware merujuk kepada wujud nyata dari sistem berbasis komputer, sedangkan CSCW berfokus pada studi mengenai kakas dan teknik dari groupware itu sendiri, termasuk didalamnya efek yang timbul baik secara psikologi maupun sosial. Definisi yang diajukan  mempertegas perbedaan di antara dua konsep ini : Salah satu bentuk umum konseptualisasi sistem CSCW adalah dengan mengamati konteks dari penggunaan sistem tersebut. Contohnya adalah matriks CSCW, yang diperkenalkan pertama kali pada tahun 1988 oleh Johansen; dan juga muncul pada . Matriks dimaksud membagi konteks sebuah "work" ke dalam dua dimensi yakni waktu dan lokasi. Dimensi waktu dibagi menjadi kolaborasi yang dilakukan pada waktu yang bersamaan (sinkron), atau berbeda (asinkron). Dimensi lokasi dibagi menjadi kolaborasi yang dilakukan pada tempat yang sama, atau tempat yang terdistribusi.
Nih contoh matriks cscw:

Lalu ada sedikit tinjauan tentang cscw yaitu, Tinjauan
semua sistem komputer, single-user atau multi-user berinteraksi dengan kelompok kerja dan organisasi dimana sistem tersebut digunakan

memahami komunikasi yang normal antara manusia
*komunikasi face to face meliputi mata, muka dan badan
*percakapan




membahas percakapan berbasis teks di mana:
*umpan balik untuk konfirmasi berkurang
*konteks untuk tidak menduakan ucapan/ungkapan berkurang
*mudah untuk direview

kerja dalam kelompok lebih kompleks dibandingkan dengan kerja perorangan
*dipengaruhi oleh lingkingan fisik
*eksperimen lebih sulit untuk dikontrol dan direkam
*studi lapangan perlu dimasukan dalam situasi sosial

membahas faktor-faktor organisasi yang mempengaruhi sistem sistem groupware.


12.1 komunikasi face to face
 bentuk komunikasi yang primitif (dalam hubungannya dengan teknologi). mekanisme komunikasinya paling canggih. yang perlu diingat dari komunikasi ini adalah tidak hanya meliputi percakapan dan pendengaran, tapi juga menggunakan bahasa tubuh atau tatapan mata. ada beberapa fenomena yang mempengaruhi penggunaan computer-mediated communication.

12.2 percakapan
 Banyak analisi percakapan difokuskan pada percakapan antara 2 orang, tapi ini berkaitan dengan 'social chat' dan ada beberapa pemahaman sosiologi dan psikologi dari percakapan yang diperlukan.

12.3 Komunikasi berbasis teks
 Dalam groupware yang asinkronous, bentuk berkomunikasi langsung yang dominan adalah bebasis teks. komunikasi berbasis teks umum dikenal orang, mereka akan menulis dan menerima surat. tetapi bentuk dari tulisan surat dan komunikasi yang face to face sangat berbeda. komunikasi berbasis teks dalam sistem groupware seperti tiruan dari percakapan, sehingga terdapat beberapa masalah dalam mengadaptasi antara 2 media.
 ada 4 tipe komunikasi tekstual dalam groupware:
discrete; pesan langsung seperti dalam email
linear; pesan partisipan ditambahkan pada akhir dari transcrip catatan tunggal
non linear; saat pesan dihubungkan ke yang laennya dalam model hypertext
spatial; di mana pesan di atur dalam permikaan 2 dimensi.

12.4 Kerja kelompok
 Perilaku kelompok lebih kompleks terutama apabila kita memperhatikan hubungan sosial yang dinamis selama bekerja dalam kelompok.

12.5 Faktor organisasi
 Faktor organisasi cukup berpengaruh terhadap dukungan dan relevansi dari sistem groupware pada khususnya, dan teknologi informasi pada umumnya.


Sumber:
·         http://cscw.acm.org/
·         http://www.cscw2012.org/
·         http://www.cscw2008.org/
·         http://www.prio.no/CSCW/
·        http://www.ecscw.org/