Rabu, 01 Mei 2013

Teori-Teori Kepribadian


Psikoanalisa (Alfred Adler)
Biografi
Alfred Adler lahir pada tanggal 7 februari 1870 di Rudolfsheim, sebuah desa dekat Wina. Ibunya Pauline, adalah Ibu rumah tangga yang sibuk dengan ketujuh anaknya. Ayahnya, Leopold, adalah pedagang gandum kelas menengah dari Hungaria. Semasa kecil, Adler seorang anak yang lemah dan sakit – sakitan, bahkan pada umur lima tahun ia hampir meninggal karena radang paru – paru.
Kehidupan Freud dan Adler punya kesamaan yang menarik. Walaupun kedua pria ini berasal dari orang tua Yahudi Wina kelas menengah atau menengah ke bawah namun mereka tidak ada yang religius.
Pada tahun 1904, ketika masih menjadi anggota lingkaran dalam Freud, ia beralih keyakinan menjadi protestantisme. Walaupun terjadi perubahan keyakinan, ia tidak mempunyai pendirian religius yang dalam dan sesungguhnya, salah seorang penulis biografinya mengenal ia sebagai seorang agnostik.
Seperti, Freud Adler mempunyai adik laki – laki yang meninggal ketika masih bayi. Adler mempunyai alasan yang lebih kuat untuk trauma atau kematian adiknya Rudolf. Saat berumur empat tahun, adler terbangun dan menemukan Rudolf meninggal di tempat tidur sebelahnya. Bukan merasa ketakutan atau merasa bersalah, Adler malah menilai pengalaman ini, sama dengan pengalamannya sendiri yang hampir meninggal karna radang paru – paru, sebagai tantangan untuk mengalahkan kematian. Jadi, pada umur lima tahun, ia mumutuskna bahwa tujuan hidupnya adalah untuk menaklukan kematian. Oleh karna ilmu kedokteran menawarkan kemungkinan untuk mencega kematian, pada usia yang masih muda, Adler memutuskan untuk menjadi seorang dokter.
Adler menjalani pendidikan menengahnya tanpa ada kesulitan ataupun prestasi yang memuaskan. Tapi, ketika ia masuk Gymnasium untuk persiapan sekolah kedokteran, prestasinya sangat buruk sehingga ayahnya mengancam untuk mengeluarkannya dari sekolah dan membekalinya dengan keahlian untuk menjadi pembuat sepatu.
Ketika ia menerima gelar dokter di akhir tahun 1985, ia telah mencapai tujuannya semasa kecil, yaitu untuk menjadi seorang dokter. Lalu ia membuka praktek sebagai spesialis mata, tetapi ia menghentikannya dan beralih ke psikiatri dan kedokteran umum.
Selama beberapa tahun berikutnya, Adler semakin yakin bahwa psikoanalisis seharusnya lebih luas daripada pandangan Freud tentang seksualitas kanak – kanak. Adler dan Freud akhirnya menyadari bahwa perbedaan mereka tidak bisa di satukan kembali dan pada oktober 1911, Adler mengundurkan diri dari jabatan presiden dan keanggotaannya di Psychoanalytic society. Bersama dengan Sembilan orang anggota awal dari lingkaran Freud. Ia membentuk society for free psychoanalytic study, sebuah nama yang menjengkelkan Freud karena implikasinya bahwa psikoanalsis Freudian di anggap bertentangan dengan ekspresi bebas dari suatu gagasan. Adler mengubah nama organisasinya menjadi society for individual psychology.
Selama beberapa tahun hidupnya, Adler kerap mengunjungi Amerika Serikat. Dimana ia mengajar psikologi individual di Columbia University dan di new school for social research. Pada tahun 1932, ia menjadi warga Amerika Serikat dan memegang posisi professor tamu untuk psikologi kedokteran di long island collage of medicine, yang sekarang menjadi downstate medical school, state university of new York.
Adler menikah dengan wanita Rusia yang independen, Raisa Epstein pada desember 1897. Raisa dan Adler memiliki empat orang anak, Alexandra, Kurt, Vali, dan Nelly.
Di awal tahun 1937, ketika risau dengan Vali yang menghilang di Moscow, Adler merasakan nyeri di dada saat sedang menjadi pembicara keliling di Belanda. Mengabaikan saran dokter untuk beristirahat, ia melanjutkan ke Aberdeen, skotlandia. Dimana pada tanggal 28 mei 1937 ia meninggal karna serangan jantung.
o   Teori

Psikologi individual Alfred Adler menggambarkan pandangan optimis akan manusia yang bersandar pada gagasan minat sosial, yaitu perasaan menyatu dengan semua umat manusia. Adler menyusun teori yang sederhana dan parsimonious. Menurut Adler, manusia lahir dengan tubuh yang lemah dan inferior—suatu kondisi yang mengarah pada perasaan inferior sehingga mengakibatkan ketergantungan pada orang lain. Oleh karna itu, perasaan menyatu dengan orang lain sudah menjadi sifat manusia dan merupakan standar akhir untuk kesehatan psikologis. Lebih spesifik, prinsip utama dalam teori Adler bisa diuraikan dalam bentuk kerangka.
Prinsip pertama dari teori Adler adalaha kekuatan dinamis di balik perilaku manusia adalah berjuang untuk meraih keberhasilan atau superioritas.
Adler mereduksi semua motivasi menjadi suatu dorongan tunggal—berjuang untuk meraih keberhasilan atau superiortas. Psikologi individual mengajarkan bahwa setiap orang memulai hidup dengan kelemahan fisik yang memunculkan perasaan inferior—perasaan yang memotivasi seseorang untuk berjuang demi meraih superioritas atau keberhasilan. Individu yang tidak sehat secara psikologis akan berjuang untuk superioritas pribadi, sedangkan individu yang sehat secara psikologis mencari keberhasilan untuk semua umat manusia.
Prinsip Adler yang kedua adalah persepsi subjektif seorang membentuk perilaku dan kepribadian mereka. manusia berjuang meraih keunggulan atau keberhasilan untuk menggantu perasaan inferior. Akan tetapi, sikap juang mereka tidak ditentukan oleh kenyataanm namun oleh persepsi subjektif mereka akan kenyataan, yaitu fiksi mereka.
Prinsip ketiga dari teori Adler adalah, kepribadian itu menyatu dan sefl-consistent. Psikologi individual menekankan pada kesatuan fundamental dari kepribadian dan gagasan bahwa perilaku yang tidak konsisten itu tidak ada. Pikiran, perasaan, dan tindakan, semuanya mengarah pada satu sasaran dan berfungs untuk mencapai satu tujuan.
Prinsip keempat Adler adalah nilai dari semua aktifitas manusia harus dilihat dari sudut pandang minta sosial. Minat sosial adalah kondisi alamiah dari manusia dan bahan perekat yang mengikat masyarakat bersama – sama. infireoritas alamiah dari manusia menyebabkan mereka mengikatkan diri bersama – sama untuk membentuk masyarakat.
Prinsip kelima Adler adalah struktur kepribadian yang self-consistent berkembang menjadi gaya hidup seseorang. Gaya hidup adalah istilah yang digunakan Adler untuk menunjukan selera hidup seseorang. Gaya hidup mencakup tujuan seseorang, konsep diri, perasaan terhadap orang lain, dan sikap terhadap dunia.
Prinsip keenam Adler adalah gaya hidup di bentuk oleh daya kreatif yang ada dalam diri manusia. Daya kreatif yang mereka miliki membuat mereka mengendalikan kehidupan mereka sendiri, bertanggung jawab akan tujuan mereka, menentukan cara yang mereka pakai untuk meraih tujuan tersebut dan berperan dalam membentuk minat sosial mereka.  

Psikologi Humanistik (Abraham H. Maslow)
Biografi

Maslow lahir di Manhattan, New York, pada 1 april 1908. Maslow menghabiskan masa kecilnya yang tidak bahagia di Brooklyn. Maslow adalah anak tertua dari tujuh bersaudara dari pasangan Samuel Maslow dan Rose Schilosky Maslow.
Ibunya adalah penganut agama yang sangat kuat. Ia selalu menakuti Maslow kecil tentang hukum dari tuhan. Maslow mengetes ancaman Ibunya tapi, tidak ada yang terjadi. Dari pengalaman itulah Maslow belajar membenci dan tidak mempercayai agama sehingga menjadi atheis.
Malow memilih City Collage of New York yang kurang terkemuka. Pada saat yang bersamaan orang tuanya bercerai dan hubungannya dengan ayahnya menjadi lebih dekat secara emosional. Ayah Maslow menginginkan anak laki – laki tertuanya menjadi seorang pengacara dan ketika berkuliah di City Collage, Maslow mendaftar di sekolah hukum. Tetapi, ia meninggalkan kelas hukum. Ia merasa bahwa hukum terlalu sering berhadapan dengan orang – orang jahat dan tidak cukup peduli dengan kebaikan.
Setelah 3 semester, ia pindah ke Cornell University di bagian utara New York. Alasannya, untuk bisa lebih dekat dengan sepupunya Will dan untuk menjauh dari sepupunya Bretha Goodman, yang ia cintai.
Setelah menjalani 1 semester di Cornell, Maslow kembali ke City Collage of New York, kali ini alasannya adalah untuk bisa dekat dengan Bretha. Tak lama kemudian Maslow dan Bretha menikah, tetapi setelah berhasil mengatasi penolakan orang tuanya. Orang tua Maslow takut, karna pernikahan antarsepupu mungkin akan menghasilkan kelainan genetis pada anak – anak mereka.
Satu semester menjelang pernikahannya, Maslow mendaftar di University of Wisconsin, dimana ia memperoleh gelar sarjana Filosofi. Lalu ia tertarik dengan pandangan behaviorisme dari John B. Watson dan ketetarikannya ini membuatnya mengambil mata kuliah Psikologi yang cukup untuk memenuhi persayaratan untuk mengejar gelar doctor di bidang psikologi.
Pada tahun 1934, Maslow mendapatkan gelar doctor. Ia lalu melanjutkan mengajar di Wisconsin untuk beberapa waktu yang singkat dan bahkan mendaftar di sekolah kedokteran disana. bagi Maslow, sekolah kedokteran sama dengan sekolah hukum. Mereka menggambarkan pandangan tanpa emosi dan negative tentang manusia dan ia terganggu dan juga bosan dnegan pengalamannya di sekolah kedokteran.
Tahun berikutnya, ia kembali ke New York untuk menjadi asisten peneliti E.L Thindrike di Teachers Collage, Columbia University.
Pada usia 38, ia menderita penyakit aneh yang membuatnya lemah, sering kali pingsan, dan kelelahan. Pada tahun berikutnya, ia mengambil cuti sakit dan bersama dengan Bertha serta kedua anaknya, pindah ke Pleasanton, California, dimana ia menjadi manajer pabrik sebuah cabang dari Maslow Cooperage Corporation. Setahun ekmudian, kesehatannya membaik dan ia kembali mengajar di Brooklyn Collage.
Pada tahun 1951, Maslow mendapat posisi sebagai kepala Departeman psikologi di Brandeis University yang baru berdiri di Walthman, Massachusetts.
Pada tanggal 8 juni 1970, ia tiba – tiba terjatuh dan meninggal dunia akibat serangan jantung yang hebat di usia 62 tahun.

 Teori
Teori kepribadian Maslow di buat berdasarkan beberapa asumsi dasar mengenai motivasi.
Pertama, Maslow mengadopsi sebuah pendekatan menyeluruh motivasi, yaitu keseluruhan dari seseorang, bukan hanya satu bagian atau fungsi termotivasi.
Kedua, motivasi biasanya kompleks atau terdiri dari beberapa hal, yang berarti bahwa tingkah laku seseorang dapat muncul dari beberapa motivasi yang terpisah.
Ketiga, bahwa orang – orang berulang kali termotivasi oleh kebutuhan – kebutuhan. Ketika sebuah kebutuhan terpenuhi, biasanya kebutuhan tersebut berkurang kekuatan untuk memotivasinya dan di gantikan dengan kebutuhan lainnya.
Keempat, semua orang dimanapun termotivasi oleh kebutuhan dasar yang sama.
Kelima, kebetuhan  - kebetuhan dapat di bentuk menjadi sebuah hirarki.
Konsep hirarki kebutuhan yang di ungkapkan Maslow beranggapan bahwa kebutuhan – kebutuhan di level rendah harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan – kebutuhan di level tinggi menjadi hal yang termotivasi.
Maslow mengungkapkan kebutuhan – kebutuhan berikut ini berdasarkan prapotensi dari masing – masing fisiologis (physiological), keamanan (safety), cinta dan keberadaan (love and belongingness), penghargaan (esteem), dan aktualisasi diri (self-actualization).


 Behavioristik (B.F. Skinner)
Biografi
Burrhus Frederic Skinner di lahirkan pada 20 maret 1904. Di Susquehanna, Pennsylvania. Anak pertama pasangan William Skinner dan Grace Mange Burrhus Skinner. Ayahnya adalah seorang pengacara dan politisi ternama, sementara Ibunya adalah Ibu ruah tangga yang merawat kedua anak mereka. Skinner tumbuh dalam sebuah remah yang nyaman, bahagia, dan berada dalam kelas sosial ekonomi menengah ke atas, tempat orang tuanya mengajarkan nilai – nilai dai control diri, pelayanan, kejujuran dan kerja keras.
Saat masa kanak – kanak, Skinner memiliki kecenderungan terhadap bidang music dan sastra. Sejak usia dini, ia sangat berminat untuk menjadi penulis professional, suatu tujuan yang akhirnya ia dapatkan dengan terbitnya Walden Two, saat ia mulai memasuki usia 40an.
Setelah mendapatkan gelar sarjanannya dalam jurusan bahasa inggris, Skinner mulai mencari cara untuk merealisasikan ambisinya menjadi penulis kreatif.
Pada akhir tahun kegelapannya, Skinner di hadapkan suatu tugas untuk mencari karier baru. Ia pun tertarik terhadap psikologi. setelah membaca beberapa hasil studi dari Watson dan Pavlov, ia kemudian memutuskan untuk menjadi pakar behaviorisme.
Walaupun Skinner tidak pernah mengambil kuliah psikologi dalam progam sarjananya, Harvard menerimanya sebagai mahasiswa pascasarjana dalam bidang spikologi. Setelah menyelesaikan gelasr Ph.D., pada tahun 1931, Skinner menerima keanggotaan dari national Research Council untuk melanjutkan penelitian laboratoriumnya di Harvard.
Pada musim semi tahun 1933, Harvard mendirikan Society of Fellows, suatu progam yang di rancang untuk memperkenalkan berpikir kreatif di antara pemuda – pemuda yang memiliki kelebihan intelektual di universitas. Skinner terpilih menjadi kolega junior dan selama 3 tahun menghabiskan lebih banyak waktunya melakukan penelitian di laboratorium.
Di akhir masa 3 tahun sebagai Kolega Junior, ia kembali mencari pekerjaan. Hal yang menarik, ia hampir tidak mengetahui apa pun mengenai psikologi tradisional secara teoritis dan tidak tertarik untuk memperlajarinya. Ia mempunyai gelar Ph.D dalam psikologi, 5,5 tahun melakukan panelitian laboratorium tambahan, tetapi tidak memiliki persiapan untuk mengajar psikologi, dan “tidak pernah sama sekali membaca buku teks psikologi secara keseluruhan”.
Pada tahun 1936, Skinner mulai bekerja sebagai pengajar dan peneliti di University of Minnesota, tempatnya bertahan selama 9 tahun. Tidak lama setelah pindah ke Minneapolis dan setelah suatu hubungan cinta yang pendek dan aneh, ia menikah dengan Yvonne Blue. Keluarga Skinner mempunyai dua orang anak perempuan—Julie, yang lahir pada tahun 1938, dan Deborah (Debbie) yang lahir pada tahun 1944. Selama tinggal di Minnesota, Skinner menerbirkan buku pertamanya, The Behavior Of Organisms.
Project Pigeon Skinner adalah suatu usaha yang pintar dan mengondisikan burung dara yang menghasilkan patukan yang tepat, yang akan melakukan maneuver misil peledak kepada target musuh. Hampir dua tahun sebelum Amerika Serikat muali berperang. Untuk bekerja sepenuhnya dalam project pigeon, Skinner mendapatkan donasi dari University of Minnesota dan bantuan financial dari General Mills, kolongmerat makanan yang berada di Minneapolis. Sayangnya, ia tidak mendapatkan dukungan pemerintah.
Tidak lama setelah Skinner meninggalkan project pigeon, dan sesaat sebelum kelahiran anak keduanya, Debbie, ia terlibat dalam suatu eksperimen lainnya. Baby Tender ini sebetulnya adalah tempat tidur tertutup dengan jendela besar dan asupan udara segar yang hangat yang di pasok terus menerus.
Setelah Ladies home Journal menerbitkan  artikel mengenai Baby Tender, Skinner mendapatkan pujian dan hujatan untuk ciptaannya tersebut. Tapi, kesulitan dalam mematenkan alat ini dan asosiasinya dengan partner bisnis yang tidak kompeten dan tidak berhati – hati membuatnya meninggalkan usaha komersilnya.
Saat Skinner telah menjadi pakar behaviorisme yang sukses dan terkenal, ia sangat lambat dalam mengukuhhkan financial dan caranya yang kekanak – kanakan untuk emmbiarkan orang tuanya membayarkan mobilnya, liburannya, pendidikan anak – anaknya di sekoalh swasta dan rumah untuk keuarganya.
Pada tahun 1945, Skinner meninggalkan Minnesota untuk mejadi dewan dalam departemen psikologi di Indiana University, sebuah kepindahan yang membawanya lebih banyak frustasi.
Skinner menulis Walden Two, suatu Novel utopis. Walaupun tidak di terbitkan sampai pada tahun 1948, buku ini memberikan penulisnya terapi langsung dalam bentuk katarsis emosional.setidaknya Skinner telah berhasil melakukan apa yang gagal ia capai di tahun kegelapannya, 20 tahun silam. Skinner mengakui bahwa dua karakter utama dalam buku tersebut, Farazier dan Burris, mempresentasikan usahanya untuk menyatukan dua aspek terpisah dari kepribadiannya. Walden Two juga merupakan salah satu pencapaian dalam karier professional Skinner.
Pada tahun 1974, ia pension sebagai professor, namun tetap melanjutkan sebagai professor emeritus dengan beberapa perubahan dalam kondisi kerjanya. setelah pension mengajar pada tahun 1964, Skinner menulis beberapa buku penting dalam perilaku manusia, yang membantunya meraih status sebagai psikolog yang paling terkenal di Amerika.
Pada 18 agustus 1990, Skinner meninggal akibat leukemia. Seminggu sebelum kematiannya, ia menyampaikan suatu pidato yang emosional dalam konvensi American Psychological Association (APA), tempatnya terus menyuarakan behaviorisme radikal. Dalam konvensi tersebut, ia menerima suatu penghargaan yang belum pernah di berikan sebelumnya, Citation of Outstanding Lifetime Contribution to Psychology.

o   Teori
Sebuah pendekatan yang disebut behaviorisme, muncul dari penelitian di laboratorium atas hewan dan manusia. Skinner mengurangi spekulasi dan terfokus secara keseluruhan dalam perilaku yang di observasi.
Skinner menerima bahwa hukum sebab akibat sagat krusial untuk mengontrol perilaku dan melihat pekerjaannya adalah untuk memastikan bahwa suatu efek benar – benar terjadi dan efek tersebut terjadi di bawah suatu kondisi optimal untuk belajar.
Skinner bersikeras bahwa perilaku manusia harus di pelajari secara ilmiah. Aliran behaviorisme ilmiahnya berpendapat bahwa perilaku dapat dipelajari dengan baik tanpa referensi mengenai kebutuhan, insting, dan motif. Mengatribusikan motivasi pada perilaku manusia sama saja dengan mengatribusikan kemauan bebas kepada fenomena alam.
Untuk menjadi ilmiah, Skinner menegaskan bahwa psikologi harus menghindari factor – factor internal mental dan membatasi dirinya pada peristiwa nyata yang dapat di observasi. Walaupun Skinner yakin bahwa kondisi internal berada di luar domain ilmu pengetahuan, ia tidak menolak keberadaannya.
Skinner mengenali dua bentuk pengkondisian, klasik dan operan. Melalui pengkondisian klasik, suatu respon di peroleh dari sebuah organism dengan suatu stimulus yang spesifik dan dapat di identifikasi. Dengan pengkondisian operan, sebuah perilaku di buat lebih mungkin untuk terjadi saat di berikan penguatan secara langsung.
Salah satu perbedaan antara pengkondisian klasik dan operan adalah bahwa pada pengkondisian klasik, perilaku di peroleh dari organism, sementara dalam pengkondisian operan, perilaku terpancar. Respon yang di peroleh di keluarkan dari organism, sementara respon yang terpancar adalah yang muncul begitu saja.
Skinner berpandangan bahwa pemahaman atas perilaku binatang di laboratorium dapat di generalisasikan pada perilaku manusia, seperti fisika dapat di gunakan untuk menginterpretasikan apa yang di observasi di luar angkasa dan seperti pemahaman mengenai genetika dasar dapat membantu menginterpretasikan konsep evolusi yang komplek.
Menurut Skinner, perilaku manusia di bentuk oleh tiga kekuatan:
1) seleksi alam
2) praktik budaya
3) sejarang seseorang atas penguatan yang di terimanya.
Tetapi pada akhirnya, “semua adalah masalah seleksi alam, sejak pengkondisian operan adalah suatu proses yang berevolusi dan praktik budaya menjadi aplikasi sepenuhnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar