Psikoanalisa (Alfred
Adler)
Biografi
Alfred
Adler lahir pada tanggal 7 februari 1870 di Rudolfsheim, sebuah desa dekat
Wina. Ibunya Pauline, adalah Ibu rumah tangga yang sibuk dengan ketujuh
anaknya. Ayahnya, Leopold, adalah pedagang gandum kelas menengah dari Hungaria.
Semasa kecil, Adler seorang anak yang lemah dan sakit – sakitan, bahkan pada
umur lima tahun ia hampir meninggal karena radang paru – paru.
Kehidupan
Freud dan Adler punya kesamaan yang menarik. Walaupun kedua pria ini berasal
dari orang tua Yahudi Wina kelas menengah atau menengah ke bawah namun mereka
tidak ada yang religius.
Pada
tahun 1904, ketika masih menjadi anggota lingkaran dalam Freud, ia beralih
keyakinan menjadi protestantisme. Walaupun terjadi perubahan keyakinan, ia
tidak mempunyai pendirian religius yang dalam dan sesungguhnya, salah seorang
penulis biografinya mengenal ia sebagai seorang agnostik.
Seperti,
Freud Adler mempunyai adik laki – laki yang meninggal ketika masih bayi. Adler
mempunyai alasan yang lebih kuat untuk trauma atau kematian adiknya Rudolf.
Saat berumur empat tahun, adler terbangun dan menemukan Rudolf meninggal di
tempat tidur sebelahnya. Bukan merasa ketakutan atau merasa bersalah, Adler
malah menilai pengalaman ini, sama dengan pengalamannya sendiri yang hampir
meninggal karna radang paru – paru, sebagai tantangan untuk mengalahkan
kematian. Jadi, pada umur lima tahun, ia mumutuskna bahwa tujuan hidupnya
adalah untuk menaklukan kematian. Oleh karna ilmu kedokteran menawarkan
kemungkinan untuk mencega kematian, pada usia yang masih muda, Adler memutuskan
untuk menjadi seorang dokter.
Adler
menjalani pendidikan menengahnya tanpa ada kesulitan ataupun prestasi yang
memuaskan. Tapi, ketika ia masuk Gymnasium untuk persiapan sekolah kedokteran,
prestasinya sangat buruk sehingga ayahnya mengancam untuk mengeluarkannya dari
sekolah dan membekalinya dengan keahlian untuk menjadi pembuat sepatu.
Ketika
ia menerima gelar dokter di akhir tahun 1985, ia telah mencapai tujuannya
semasa kecil, yaitu untuk menjadi seorang dokter. Lalu ia membuka praktek
sebagai spesialis mata, tetapi ia menghentikannya dan beralih ke psikiatri dan
kedokteran umum.
Selama
beberapa tahun berikutnya, Adler semakin yakin bahwa psikoanalisis seharusnya
lebih luas daripada pandangan Freud tentang seksualitas kanak – kanak. Adler
dan Freud akhirnya menyadari bahwa perbedaan mereka tidak bisa di satukan
kembali dan pada oktober 1911, Adler mengundurkan diri dari jabatan presiden
dan keanggotaannya di Psychoanalytic society. Bersama dengan Sembilan orang
anggota awal dari lingkaran Freud. Ia membentuk society for free psychoanalytic
study, sebuah nama yang menjengkelkan Freud karena implikasinya bahwa
psikoanalsis Freudian di anggap bertentangan dengan ekspresi bebas dari suatu
gagasan. Adler mengubah nama organisasinya menjadi society for individual
psychology.
Selama
beberapa tahun hidupnya, Adler kerap mengunjungi Amerika Serikat. Dimana ia
mengajar psikologi individual di Columbia University dan di new school for
social research. Pada tahun 1932, ia menjadi warga Amerika Serikat dan memegang
posisi professor tamu untuk psikologi kedokteran di long island collage of medicine,
yang sekarang menjadi downstate medical school, state university of new York.
Adler
menikah dengan wanita Rusia yang independen, Raisa Epstein pada desember 1897.
Raisa dan Adler memiliki empat orang anak, Alexandra, Kurt, Vali, dan Nelly.
Di
awal tahun 1937, ketika risau dengan Vali yang menghilang di Moscow, Adler
merasakan nyeri di dada saat sedang menjadi pembicara keliling di Belanda.
Mengabaikan saran dokter untuk beristirahat, ia melanjutkan ke Aberdeen,
skotlandia. Dimana pada tanggal 28 mei 1937 ia meninggal karna serangan
jantung.
o
Teori
Psikologi
individual Alfred Adler menggambarkan pandangan optimis akan manusia yang
bersandar pada gagasan minat sosial, yaitu perasaan menyatu dengan semua umat
manusia. Adler menyusun teori yang sederhana dan parsimonious. Menurut Adler,
manusia lahir dengan tubuh yang lemah dan inferior—suatu kondisi yang mengarah
pada perasaan inferior sehingga mengakibatkan ketergantungan pada orang lain.
Oleh karna itu, perasaan menyatu dengan orang lain sudah menjadi sifat manusia
dan merupakan standar akhir untuk kesehatan psikologis. Lebih spesifik, prinsip
utama dalam teori Adler bisa diuraikan dalam bentuk kerangka.
Prinsip pertama
dari teori Adler adalaha kekuatan dinamis di balik perilaku manusia adalah berjuang
untuk meraih keberhasilan atau superioritas.
Adler mereduksi
semua motivasi menjadi suatu dorongan tunggal—berjuang untuk meraih
keberhasilan atau superiortas. Psikologi individual mengajarkan bahwa setiap
orang memulai hidup dengan kelemahan fisik yang memunculkan perasaan
inferior—perasaan yang memotivasi seseorang untuk berjuang demi meraih
superioritas atau keberhasilan. Individu yang tidak sehat secara psikologis
akan berjuang untuk superioritas pribadi, sedangkan individu yang sehat secara
psikologis mencari keberhasilan untuk semua umat manusia.
Prinsip Adler
yang kedua adalah persepsi subjektif seorang membentuk perilaku dan kepribadian
mereka. manusia berjuang meraih keunggulan atau keberhasilan untuk menggantu
perasaan inferior. Akan tetapi, sikap juang mereka tidak ditentukan oleh
kenyataanm namun oleh persepsi subjektif mereka akan kenyataan, yaitu fiksi
mereka.
Prinsip ketiga
dari teori Adler adalah, kepribadian itu menyatu dan sefl-consistent. Psikologi
individual menekankan pada kesatuan fundamental dari kepribadian dan gagasan
bahwa perilaku yang tidak konsisten itu tidak ada. Pikiran, perasaan, dan
tindakan, semuanya mengarah pada satu sasaran dan berfungs untuk mencapai satu
tujuan.
Prinsip keempat
Adler adalah nilai dari semua aktifitas manusia harus dilihat dari sudut
pandang minta sosial. Minat sosial adalah kondisi alamiah dari manusia dan
bahan perekat yang mengikat masyarakat bersama – sama. infireoritas alamiah
dari manusia menyebabkan mereka mengikatkan diri bersama – sama untuk membentuk
masyarakat.
Prinsip kelima
Adler adalah struktur kepribadian yang self-consistent berkembang menjadi gaya
hidup seseorang. Gaya hidup adalah istilah yang digunakan Adler untuk
menunjukan selera hidup seseorang. Gaya hidup mencakup tujuan seseorang, konsep
diri, perasaan terhadap orang lain, dan sikap terhadap dunia.
Prinsip keenam
Adler adalah gaya hidup di bentuk oleh daya kreatif yang ada dalam diri
manusia. Daya kreatif yang mereka miliki membuat mereka mengendalikan kehidupan
mereka sendiri, bertanggung jawab akan tujuan mereka, menentukan cara yang
mereka pakai untuk meraih tujuan tersebut dan berperan dalam membentuk minat
sosial mereka.
Psikologi Humanistik
(Abraham H. Maslow)
Biografi
Maslow lahir di
Manhattan, New York, pada 1 april 1908. Maslow menghabiskan masa kecilnya yang
tidak bahagia di Brooklyn. Maslow adalah anak tertua dari tujuh bersaudara dari
pasangan Samuel Maslow dan Rose Schilosky Maslow.
Ibunya adalah
penganut agama yang sangat kuat. Ia selalu menakuti Maslow kecil tentang hukum
dari tuhan. Maslow mengetes ancaman Ibunya tapi, tidak ada yang terjadi. Dari
pengalaman itulah Maslow belajar membenci dan tidak mempercayai agama sehingga
menjadi atheis.
Malow memilih
City Collage of New York yang kurang terkemuka. Pada saat yang bersamaan orang
tuanya bercerai dan hubungannya dengan ayahnya menjadi lebih dekat secara
emosional. Ayah Maslow menginginkan anak laki – laki tertuanya menjadi seorang
pengacara dan ketika berkuliah di City Collage, Maslow mendaftar di sekolah
hukum. Tetapi, ia meninggalkan kelas hukum. Ia merasa bahwa hukum terlalu
sering berhadapan dengan orang – orang jahat dan tidak cukup peduli dengan
kebaikan.
Setelah 3
semester, ia pindah ke Cornell University di bagian utara New York. Alasannya,
untuk bisa lebih dekat dengan sepupunya Will dan untuk menjauh dari sepupunya
Bretha Goodman, yang ia cintai.
Setelah
menjalani 1 semester di Cornell, Maslow kembali ke City Collage of New York,
kali ini alasannya adalah untuk bisa dekat dengan Bretha. Tak lama kemudian
Maslow dan Bretha menikah, tetapi setelah berhasil mengatasi penolakan orang
tuanya. Orang tua Maslow takut, karna pernikahan antarsepupu mungkin akan
menghasilkan kelainan genetis pada anak – anak mereka.
Satu semester
menjelang pernikahannya, Maslow mendaftar di University of Wisconsin, dimana ia
memperoleh gelar sarjana Filosofi. Lalu ia tertarik dengan pandangan
behaviorisme dari John B. Watson dan ketetarikannya ini membuatnya mengambil
mata kuliah Psikologi yang cukup untuk memenuhi persayaratan untuk mengejar
gelar doctor di bidang psikologi.
Pada tahun 1934,
Maslow mendapatkan gelar doctor. Ia lalu melanjutkan mengajar di Wisconsin
untuk beberapa waktu yang singkat dan bahkan mendaftar di sekolah kedokteran
disana. bagi Maslow, sekolah kedokteran sama dengan sekolah hukum. Mereka
menggambarkan pandangan tanpa emosi dan negative tentang manusia dan ia
terganggu dan juga bosan dnegan pengalamannya di sekolah kedokteran.
Tahun
berikutnya, ia kembali ke New York untuk menjadi asisten peneliti E.L Thindrike
di Teachers Collage, Columbia University.
Pada usia 38, ia
menderita penyakit aneh yang membuatnya lemah, sering kali pingsan, dan
kelelahan. Pada tahun berikutnya, ia mengambil cuti sakit dan bersama dengan
Bertha serta kedua anaknya, pindah ke Pleasanton, California, dimana ia menjadi
manajer pabrik sebuah cabang dari Maslow Cooperage Corporation. Setahun
ekmudian, kesehatannya membaik dan ia kembali mengajar di Brooklyn Collage.
Pada tahun 1951,
Maslow mendapat posisi sebagai kepala Departeman psikologi di Brandeis
University yang baru berdiri di Walthman, Massachusetts.
Pada tanggal 8
juni 1970, ia tiba – tiba terjatuh dan meninggal dunia akibat serangan jantung
yang hebat di usia 62 tahun.
Teori
Teori
kepribadian Maslow di buat berdasarkan beberapa asumsi dasar mengenai motivasi.
Pertama,
Maslow mengadopsi sebuah pendekatan menyeluruh motivasi, yaitu keseluruhan dari
seseorang, bukan hanya satu bagian atau fungsi termotivasi.
Kedua,
motivasi biasanya kompleks atau terdiri dari beberapa hal, yang berarti bahwa
tingkah laku seseorang dapat muncul dari beberapa motivasi yang terpisah.
Ketiga,
bahwa orang – orang berulang kali termotivasi oleh kebutuhan – kebutuhan.
Ketika sebuah kebutuhan terpenuhi, biasanya kebutuhan tersebut berkurang
kekuatan untuk memotivasinya dan di gantikan dengan kebutuhan lainnya.
Keempat,
semua orang dimanapun termotivasi oleh kebutuhan dasar yang sama.
Kelima,
kebetuhan - kebetuhan dapat di bentuk
menjadi sebuah hirarki.
Konsep hirarki
kebutuhan yang di ungkapkan Maslow beranggapan bahwa kebutuhan – kebutuhan di
level rendah harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih dahulu
sebelum kebutuhan – kebutuhan di level tinggi menjadi hal yang termotivasi.
Maslow mengungkapkan
kebutuhan – kebutuhan berikut ini berdasarkan prapotensi dari masing – masing
fisiologis (physiological), keamanan
(safety), cinta dan keberadaan (love and belongingness), penghargaan (esteem), dan aktualisasi diri (self-actualization).
Behavioristik
(B.F. Skinner)
Biografi
Burrhus Frederic
Skinner di lahirkan pada 20 maret 1904. Di Susquehanna, Pennsylvania. Anak
pertama pasangan William Skinner dan Grace Mange Burrhus Skinner. Ayahnya
adalah seorang pengacara dan politisi ternama, sementara Ibunya adalah Ibu ruah
tangga yang merawat kedua anak mereka. Skinner tumbuh dalam sebuah remah yang
nyaman, bahagia, dan berada dalam kelas sosial ekonomi menengah ke atas, tempat
orang tuanya mengajarkan nilai – nilai dai control diri, pelayanan, kejujuran
dan kerja keras.
Saat masa kanak
– kanak, Skinner memiliki kecenderungan terhadap bidang music dan sastra. Sejak
usia dini, ia sangat berminat untuk menjadi penulis professional, suatu tujuan
yang akhirnya ia dapatkan dengan terbitnya Walden Two, saat ia mulai memasuki
usia 40an.
Setelah
mendapatkan gelar sarjanannya dalam jurusan bahasa inggris, Skinner mulai
mencari cara untuk merealisasikan ambisinya menjadi penulis kreatif.
Pada akhir tahun
kegelapannya, Skinner di hadapkan suatu tugas untuk mencari karier baru. Ia pun
tertarik terhadap psikologi. setelah membaca beberapa hasil studi dari Watson
dan Pavlov, ia kemudian memutuskan untuk menjadi pakar behaviorisme.
Walaupun Skinner
tidak pernah mengambil kuliah psikologi dalam progam sarjananya, Harvard
menerimanya sebagai mahasiswa pascasarjana dalam bidang spikologi. Setelah
menyelesaikan gelasr Ph.D., pada tahun 1931, Skinner menerima keanggotaan dari
national Research Council untuk melanjutkan penelitian laboratoriumnya di
Harvard.
Pada musim semi
tahun 1933, Harvard mendirikan Society of Fellows, suatu progam yang di rancang
untuk memperkenalkan berpikir kreatif di antara pemuda – pemuda yang memiliki
kelebihan intelektual di universitas. Skinner terpilih menjadi kolega junior
dan selama 3 tahun menghabiskan lebih banyak waktunya melakukan penelitian di
laboratorium.
Di akhir masa 3
tahun sebagai Kolega Junior, ia kembali mencari pekerjaan. Hal yang menarik, ia
hampir tidak mengetahui apa pun mengenai psikologi tradisional secara teoritis
dan tidak tertarik untuk memperlajarinya. Ia mempunyai gelar Ph.D dalam
psikologi, 5,5 tahun melakukan panelitian laboratorium tambahan, tetapi tidak
memiliki persiapan untuk mengajar psikologi, dan “tidak pernah sama sekali
membaca buku teks psikologi secara keseluruhan”.
Pada tahun 1936,
Skinner mulai bekerja sebagai pengajar dan peneliti di University of Minnesota,
tempatnya bertahan selama 9 tahun. Tidak lama setelah pindah ke Minneapolis dan
setelah suatu hubungan cinta yang pendek dan aneh, ia menikah dengan Yvonne
Blue. Keluarga Skinner mempunyai dua orang anak perempuan—Julie, yang lahir
pada tahun 1938, dan Deborah (Debbie) yang lahir pada tahun 1944. Selama
tinggal di Minnesota, Skinner menerbirkan buku pertamanya, The Behavior Of Organisms.
Project
Pigeon Skinner adalah suatu usaha yang pintar dan
mengondisikan burung dara yang menghasilkan patukan yang tepat, yang akan
melakukan maneuver misil peledak kepada target musuh. Hampir dua tahun sebelum
Amerika Serikat muali berperang. Untuk bekerja sepenuhnya dalam project pigeon, Skinner mendapatkan
donasi dari University of Minnesota dan bantuan financial dari General Mills,
kolongmerat makanan yang berada di Minneapolis. Sayangnya, ia tidak mendapatkan
dukungan pemerintah.
Tidak lama
setelah Skinner meninggalkan project
pigeon, dan sesaat sebelum kelahiran anak keduanya, Debbie, ia terlibat
dalam suatu eksperimen lainnya. Baby
Tender ini sebetulnya adalah tempat tidur tertutup dengan jendela besar dan
asupan udara segar yang hangat yang di pasok terus menerus.
Setelah Ladies home Journal menerbitkan artikel mengenai Baby Tender, Skinner mendapatkan pujian dan hujatan untuk
ciptaannya tersebut. Tapi, kesulitan dalam mematenkan alat ini dan asosiasinya
dengan partner bisnis yang tidak kompeten dan tidak berhati – hati membuatnya
meninggalkan usaha komersilnya.
Saat Skinner
telah menjadi pakar behaviorisme yang sukses dan terkenal, ia sangat lambat
dalam mengukuhhkan financial dan caranya yang kekanak – kanakan untuk emmbiarkan
orang tuanya membayarkan mobilnya, liburannya, pendidikan anak – anaknya di
sekoalh swasta dan rumah untuk keuarganya.
Pada tahun 1945,
Skinner meninggalkan Minnesota untuk mejadi dewan dalam departemen psikologi di
Indiana University, sebuah kepindahan yang membawanya lebih banyak frustasi.
Skinner menulis Walden Two, suatu Novel utopis. Walaupun
tidak di terbitkan sampai pada tahun 1948, buku ini memberikan penulisnya
terapi langsung dalam bentuk katarsis emosional.setidaknya Skinner telah berhasil
melakukan apa yang gagal ia capai di tahun kegelapannya, 20 tahun silam.
Skinner mengakui bahwa dua karakter utama dalam buku tersebut, Farazier dan
Burris, mempresentasikan usahanya untuk menyatukan dua aspek terpisah dari
kepribadiannya. Walden Two juga
merupakan salah satu pencapaian dalam karier professional Skinner.
Pada tahun 1974,
ia pension sebagai professor, namun tetap melanjutkan sebagai professor emeritus dengan beberapa perubahan dalam
kondisi kerjanya. setelah pension mengajar pada tahun 1964, Skinner menulis
beberapa buku penting dalam perilaku manusia, yang membantunya meraih status
sebagai psikolog yang paling terkenal di Amerika.
Pada 18 agustus
1990, Skinner meninggal akibat leukemia. Seminggu sebelum kematiannya, ia
menyampaikan suatu pidato yang emosional dalam konvensi American Psychological
Association (APA), tempatnya terus menyuarakan behaviorisme radikal. Dalam
konvensi tersebut, ia menerima suatu penghargaan yang belum pernah di berikan
sebelumnya, Citation of Outstanding Lifetime Contribution to Psychology.
o
Teori
Sebuah
pendekatan yang disebut behaviorisme, muncul dari penelitian di laboratorium
atas hewan dan manusia. Skinner mengurangi spekulasi dan terfokus secara
keseluruhan dalam perilaku yang di observasi.
Skinner menerima
bahwa hukum sebab akibat sagat krusial untuk mengontrol perilaku dan melihat
pekerjaannya adalah untuk memastikan bahwa suatu efek benar – benar terjadi dan
efek tersebut terjadi di bawah suatu kondisi optimal untuk belajar.
Skinner
bersikeras bahwa perilaku manusia harus di pelajari secara ilmiah. Aliran
behaviorisme ilmiahnya berpendapat bahwa perilaku dapat dipelajari dengan baik
tanpa referensi mengenai kebutuhan, insting, dan motif. Mengatribusikan
motivasi pada perilaku manusia sama saja dengan mengatribusikan kemauan bebas
kepada fenomena alam.
Untuk menjadi
ilmiah, Skinner menegaskan bahwa psikologi harus menghindari factor – factor
internal mental dan membatasi dirinya pada peristiwa nyata yang dapat di
observasi. Walaupun Skinner yakin bahwa kondisi internal berada di luar domain
ilmu pengetahuan, ia tidak menolak keberadaannya.
Skinner
mengenali dua bentuk pengkondisian, klasik dan operan. Melalui pengkondisian
klasik, suatu respon di peroleh dari sebuah organism dengan suatu stimulus yang
spesifik dan dapat di identifikasi. Dengan pengkondisian operan, sebuah
perilaku di buat lebih mungkin untuk terjadi saat di berikan penguatan secara
langsung.
Salah satu
perbedaan antara pengkondisian klasik dan operan adalah bahwa pada
pengkondisian klasik, perilaku di peroleh dari organism, sementara dalam
pengkondisian operan, perilaku terpancar. Respon yang di peroleh di keluarkan
dari organism, sementara respon yang terpancar adalah yang muncul begitu saja.
Skinner
berpandangan bahwa pemahaman atas perilaku binatang di laboratorium dapat di
generalisasikan pada perilaku manusia, seperti fisika dapat di gunakan untuk
menginterpretasikan apa yang di observasi di luar angkasa dan seperti pemahaman
mengenai genetika dasar dapat membantu menginterpretasikan konsep evolusi yang
komplek.
Menurut Skinner,
perilaku manusia di bentuk oleh tiga kekuatan:
1) seleksi alam
2) praktik
budaya
3) sejarang
seseorang atas penguatan yang di terimanya.
Tetapi pada akhirnya,
“semua adalah masalah seleksi alam, sejak pengkondisian operan adalah suatu
proses yang berevolusi dan praktik budaya menjadi aplikasi sepenuhnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar